SuaraJogja.id - Ratusan suporter PS Sleman menggeruduk Omah PSS atau Kantor Manajemen PSS di Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada Kamis (30/9/2021). Pihak manajemen sendiri telah melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan suporter untuk menghasilkan solusi atas tuntutan itu.
Perwakilan manajemen PS Sleman M Eksan buka suara terkait dengan aksi ratusan suporter yang mendesak pelatih Dejan Antonic mundur. Ia menuturkan sudah meneruskan aspirasi para suporter itu ke jajaran direksi.
"Jadi hasil pertemuan dengan suporter ini memang intinya kan dari suporter menghendaki untuk Dejan out. Kami dari jajaran manajemen juga sudah usul atau menyampaikan keluhan itu ke jajaran direksi," kata Eksan saat ditemui awak media.
Dalam kesempatan ini Eksan menegaskan bahwa keputusan pemecatan itu sepenuhnya ada di tangan jajaran direksi.
"Jadi kami di jajaran manajemen tidak bisa langsung memutuskan. Yang bisa memutuskan (pemecatan) di jajaran direksi," ujarnya.
Pengakuan cukup mengaggetkan muncul ketika jajaran manajemen dan perwakilan suporter keluar menemui ratusan suporter seusai berdiskusi cukup lama.
Dalam kesempatan itu salah satu perwakilan suporter menyampaikan di depan ratusan suporter yang hadir di Omah PSS bahwa jajaran direksi bersedia mengeluarkan Dejan. Namun dengan syarat PSS akan dipindahkan.
Pernyataan itu, diklaim berasal langsung dari Dirut PT PSS Marco Gracia Paulo saat dihubungi oleh perwakilan manajemen dan suporter ketika berdiskusi tadi.
Eksan, yang ditanya mengenai hal itu, juga tidak memungkiri bahwa pernyataan itu memang benar adanya.
Baca Juga: Situasi Penggerudukan Kantor Manajemen PS Sleman, Ratusan Suporter Desak Dejan Mundur
"Ucapan itu (PSS bakal dipindah) sudah didengar oleh Pak Jenggo (perwakilan suporter) jadi itu yang saya sendiri di dalam forum juga mendengar itu," ungkapnya.
Ia mengaku menyayangkan pernyataan tersebut.
"Sebetulnya itu kami sayangkan sih. Mungkin kita semua dengan kondisi seperti ini ada emosi. Sebenarnya saya sudah berharap tidak terjadi dan hanya akan menjadi masalah yang baru lagi," tandasnya.
Sementara itu, manajemen PS Sleman secara resmi telah menanggapi keluhan para suporter itu lewat akun media sosialnya. Tercatat ada 5 poin utama yang disampaikan dalam kesempatan itu:
- Kami mengerti atas kekecewaan yang dialami oleh Sleman Fans. Dan kami telah melakukan evaluasi secara menyeluruh.
- Management PT PSS berikan teguran keras kepada tim kepelatihan. Namun atas dasar evaluasi, secara teknis waktu yang dibutuhkan untuk periodisasi belum didapatkan. Tim masih dalam proses untuk mencapai performa terbaik khususnya dari sisi fisik yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan terhitung sejak awal mulai berlatih. Management percaya tim akan segera bangkit dan kembali ke performa yang seharusnya.
- Management akan memonitor ketat performa tim di seri ke-2 dan lakukan evaluasi kembali di akhir seri ke-2. Management juga akan melakukan evaluasi terhadap pelatih kepala. Dan mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim tetap di dalam jalur yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana besar yang telah ditetapkan.
- Management telah melakukan komunikasi terbuka dari hati ke hati dengan pemain, pelatih, official, dan semua jajaran berkomitmen untuk bangkit dan dapatkan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya.
- Bersama ini kami management, pemain, pelatih dan official meminta dukungan dan kepercayaan dari seluruh Sleman Fans. Dan bersama kita akan dapatkan hasil positif untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Berita Terkait
-
Situasi Penggerudukan Kantor Manajemen PS Sleman, Ratusan Suporter Desak Dejan Mundur
-
Ratusan Suporter PS Sleman Geruduk Kantor Manajemen, Desak Dejan Mundur
-
PSS Sleman Tumbang Lawan Persebaya Surabaya, Dejan Antonic Sayangkan Penalti
-
PSS Sleman Kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya, Juninho Gagal Penalti
-
PSS Takluk dari Persebaya, Dejan Antonic Sesalkan Kegagalan Penalti
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara