SuaraJogja.id - Penerapan website Sugeng Rawuh untuk mengingatkan warga masyarakat terhadap durasi kunjungan 2 jam ke Malioboro belum maksimal. Pemkot Yogyakarta mengaku menemukan permasalahan dan perlu mengevaluasi penerapannya ke depan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan, dibukanya wisata di Kota Jogja dua pekan terakhir meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan. Hingga Minggu (7/11/2021), sebanyak 983 bus masuk ke Kota Pelajar. Di samping itu Malioboro menjadi jujugan pengunjung baik dari Jogja hingga luar kota.
"Sabtu-Minggu kemarin (kedatangan wisatawan) jauh lebih tinggi. Kami coba terapkan Sugeng Rawuh, akhirnya banyak yang menjadi problem, terutama antrean yng panjang," kata Heroe kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).
Heroe mengatakan, imbas antrean yang panjang, akhirnya wisatawan tak terbendung. Mereka tertahan dan malah menyebabkan kerumunan.
Dengan demikian, pihaknya bersama UPT Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta menjadikan masalah yang muncul untuk dievaluasi kembali.
"Sebenarnya para pelaku perjalanan ini kan baru mengisi form saat akan masuk ke Malioboro. Memang seharusnya saat di dalam bus itu sudah mendaftar dan ketika sampai di Malioboro tinggal menunjukkan sudah terdaftar ke petugas yang ada, jadi lebih mudah," kata Heroe.
Heroe berujar bahwa nantinya akan dibuat sosialisasi kepada calon wisatawan yang datang ke Jogja untuk mengisi formulir yang ada di website Sugeng Rawuh sebelum tiba di Malioboro. Hal itu sebagai penanda bagi warga bahwa pihaknya hanya bisa berada di kawasan Malioboro selama 2 jam.
"Yang jelas kita buat agar tidak ada penumpukan, maka dari itu diharapkan besok bisa tertib lagi sedikitnya ada kemajuan. Agar mereka yang di Malioboro dapat dipantau dan diingatkan habis jam kunjungan 2 jam," ujar Heroe yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.
Pemkot kembali mengingatkan bahwa penyebaran kasus baru Covid-19 sudah signifikan menurun. Namun begitu tak menutup kemungkinan bakal terjadi penularan masif jika masyarakat abai dan tidak mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga: Didukung Kemenparekraf, DIY Luncurkan Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro
Di sisi lain, Heroe berharap wisatawan bisa memenuhi syarat dan menunda perjalanan jika daerah asalnya terjadi kasus penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat.
"Kalau misal ada banyak daerah yang mungkin vaksinasi belum maksimal, prokesnya tidak disiplin kan jadi problem besar. Nanti banyak yang khawatir dengan itu dan bisa saja terjadi lonjakan kasus. Artinya di akhir tahun 2021 ini semua warga bisa menjaga dan disiplin terhadap protokol kesehatan," terang Heroe.
Berita Terkait
-
Didukung Kemenparekraf, DIY Luncurkan Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro
-
Sekolah-Sekolah di Jogja Belum Dapat Sosialisasi Swab Antigen Acak
-
Dipercepat, Pembangunan Kawasan Pedestrian Jalan Jensud Capai 52 Persen
-
Kembali Digelar Secara Daring, Jogja Cross Culture Usung Tema Story of Jogja
-
Bantaran Kali Code Dipasang Larangan Aktivitas, Pedagang Kecewa karena Tak Ada Kesepakatan
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman: Sempat Disembunyikan dan Diancam, Korban Hamil 8 Bulan
-
Demi Dampingi UMKM, Kepala Unit BRI Rela Terjang Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal
-
Kinerja Investasi Berkelanjutan Diapresiasi, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026
-
Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan
-
Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan