SuaraJogja.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menetapkan lemper sanden, gudeg manggar, dan tradisi Nyadran Agung Pasarean Makam Sewu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia pada tahun ini.
Sebagai informasi, sejarah lemper sanden sangat terikat dengan tradisi Majemukan yang sudah ada di Sanden sebelum Islam masuk. Tradisi ini berhubungan dengan penyembahan Dewi Sri itu kemudian menjadi media ucapan rasa syukur yang diselenggarakan di masjid.
Dalam Majemukan, lemper jadi simbol kerekatan persaudaraan sekaligus tuntunan ajaran Islam tentang baik dan buruk manusia yang tidak terlepas dari hukum rukun iman dan rukun Islam. Selain itu, lempar juga memiliki filosofi yakni yen dilem ojo memper atau jangan tinggi hati ketika mendapat pujian.
Gudeg Manggar sendiri biasa ditemui di Kapanewon Srandakan, Sanden, Bambanglipuro, Pandak, Bantul, dan Pajangan. Ini adalah makanan khas dari Bumi Projotamansari. Gudeg Manggar menggunakan bahan baku manggar atau bunga kelapa.
Manggar yang diambil biasanya nomor dua atau tiga di bawah manggar yang paling muda. Satu pohon kelapa yang masih subur hanya bisa mengahasilkan 3-5 buah manggar yang belum mekar.
Biasanya Gudeg Manggar disajikan dengan ayam kampung, sambel krecek, dan telur kukus.
Tradisi Nyadran Agung Pasarean Makam Sewu ini sudah ada sejak Panembahan Bodo yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga. Kirab dimulai dari Desa Wijirejo, Kapanewon Pandak menuju Dusun Pedak lokasi Makam Sewu berada. Tradisi itu digelar menjelang datangnya Bulan Ramadan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Nugroho Eko Setyanto menjelaskan, ketiga WBTb itu merupakan usulan dari Disbud. Usulan itu berdasarkan hasil kajian yang sudah dilakukan.
"Kemudian hasil usulan itu kami sampaikan ke Disbud DIY," ujar dia kepada SuaraJogja.id, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Bupati Bantul Soal Tawuran Geng Pelajar: Perlu Pembinaan Nalar
Lantas Disbud DIY memverifikasi yang hasilnya dilaporkan ke Kemendikbud Ristek. Pada tahun ini, jajarannya hanya mengusulkan tiga hal tersebut.
"Ketiganya alhamdulillah lolos dan ditetapkan sebagai WBTb," paparnya.
Ke depannya akan dikembangkan dan memanfaatkan. Jadi masyarakat yang ada kaitannya dengan ketiga WBTb itu bisa melestarikan dan mencintai.
"Ujungnya akan dikembangkan bagaimana bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Sejauh ini jumlah WBTb yang ada di Bantul ada 21. Untuk tahun 2022, dia masih mengkaji apakah ada yang bisa diusulkan menjadi WBTb.
"Masih akan kami kaji. Proses pengkajian yang dilakukan meliputi sejarahnya, makanan, dan pemanfaatan. Yang jelas harus berumur sudah lebih dari satu generasi," katanya.
Berita Terkait
-
Bupati Bantul Soal Tawuran Geng Pelajar: Perlu Pembinaan Nalar
-
Soroti Upaya Polres Bantul Petakan Geng Pelajar, JPW: Harusnya sejak Lama Sudah Selesai
-
Tawuran Geng Pelajar, Pakar UGM Sebut Belajar Secara Daring Hilangkan Pendidikan Moral
-
Pergi Tinggalkan Rumah, Perempuan Asal Bantul Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
-
Klaster Takziah Bantul, 22 Orang Tanpa Gejala Dirawat di RSLKC Bambanglipuro
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning