SuaraJogja.id - Jogja Police Watch (JPW) mempertanyakan upaya Polres Bantul yang akan memetakan geng-geng pelajar di wilayah hukumnya. Hal itu seharusnya sudah dilakukan sejak lama dan sudah ada hasilnya.
Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba berharap polisi tidak perlu lama mengungkap dan membubarkan geng-geng pelajar yang berpotensi mengarah pada tawuran antar pelajar ke depan.
“Untuk pemetaan kami rasa seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Sehingga polisi sudah mengantongi data itu (geng pelajar) untuk segera diambil tindakan,” kata Kamba dihubungi wartawan, Rabu (10/11/2021).
Ia melanjutkan selain pemetaan, kepolisian juga harus rutin melakukan patroli cyber crime, mengingat aksi kekerasan berawal dari adu tantang di media sosial. Hal itu harusnya bisa diantisipasi sejak awal.
“Kepolisian juga harus rutin melakukan razia cyber crime guna menghindari aksi kekerasan antar geng pelajar terjadi kembali,” ujar dia.
Pihaknya juga mendukung kepolisian melakukan penegakkan hukum yang sesuai kepada pelaku kekerasan antar pelajar. Efek jera harus diberikan agar insiden yang terjadi di Jalan Ring Road Selatan, Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul tak terulang lagi,
“JPW meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas aksi kekerasan antar geng yang terjadi di Kabupaten Bantul. Aksi kekerasan itu jelas merusak citra Yogyakarta sebagai kota pelajar jika tidak diselesaikan,” terang Kamba.
Selain itu JPW berharap tak hanya aparat kepolisian yang bergerak menuntaskan polemik panjang di Jogja itu. Pihak sekolah, Disdikpora DIY, orangtua dan Komite Sekolah harus segera melakukan evaluasi secara total dan tuntas terhadap aksi kekerasan antar pelajar itu.
“Ini merupakan polemik di Jogja yang terjadi terus menerus. Bahkan insiden terakhir membuat nyawa satu pelajar melayang. Evaluasi ini penting dan jangan sampai dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat SMA-SMK atau sederajat di tengah pandemi Covid-19 justru aksi kekerasan meningkat,” harapnya.
Baca Juga: Tawuran Geng Pelajar, Pakar UGM Sebut Belajar Secara Daring Hilangkan Pendidikan Moral
Sebelumnya diberitakan, Polres Bantul menangkap sebanyak 11 pelajar yang diduga terlibat tawuran di Jalan Ring Road Selatan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, 29 September 2021. Tawuran tersebut mengakibatkan satu pelajar tewas berinisial MKA.
Dua belah pihak kelompok pelajar yang diketahui bernama Stepiro angkatan 23 dan Sase 23 membuat surat pernyataan kesepakatan sebelum tawuran. Beberapa diantaranya, tidak boleh melapor kepada siapapun, tidak ada visum, menanggung risiko, pukul 02.00 WIB harus mulai start (yang tidak kalah datang). Selain itu jongki (yang mengemudikan sepeda motor) tidak boleh mendapat serangan, tidak ada alumni yang terlibat, murni angkatan 023. Selanjutnya kres bertemu di jalan akan ditanggung sendiri. Bahkan untuk mempertegas surat pernyataan itu, dua kelompok pelajar ini menandatangani surat tersebut di atas materai Rp10 ribu.
Berita Terkait
-
Tawuran Geng Pelajar, Pakar UGM Sebut Belajar Secara Daring Hilangkan Pendidikan Moral
-
Polisi Buru Tiga Orang Terkait Tawuran Dua Geng Pelajar di Bantul
-
Polres Bantul Bakal Petakan Geng Pelajar dan Patroli di Ringroad
-
Korban Tawuran Geng Pelajar di Bantul Bukan dari SMAN 1 Sewon maupun SMKN 1 Sewon
-
SMAN 1 Sewon Mengaku Tak Terlibat Tawuran Dua Geng Pelajar di Bantul
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!