SuaraJogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut baik keputusan pemerintah untuk membatalkan PPKM Level 3 saat momen libur natal dan tahun baru (nataru) mendatang. Namun PHRI DIY juga meminta komitmen dan konsistensi dari pemerintah atas keputusan itu.
"Kita menyambut baik apa yang diputuskan pemerintah tapi kita juga butuh komitmen dan konsistensi dari pemerintah, jangan sampai kebijakan lalu diubah lagi," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranawa Eryana saat dihubungi awak media, Senin (13/12/2021).
Di satu sisi Deddy menilai bahwa keputusan pembatalan PPKM level 3 saat nataru itu menjadi angin segar tersendiri. Namun di sisi lain ia tidak ingin pemerintah kemudian mengubah lagi kebijakan itu pada menit akhir.
"Ya ini menjadi angin segar bagi kita tapi kalau nantinya ada kebijakan yang mendadak berubah ya nanti tidak menjadi angin segar tapi angin badai topan. Jadi kita minta komitmen dan konsistensi dari pemerintah dengan kebijakan ini," tegasnya.
Deddy memastikan bahwa seluruh PHRI DIY selalu taat dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Selain itu pihaknya juga senantiasa mematuhi aturan dari pemerintah termasuk dalam penerapan PeduliLindungi hingga CHSE.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan terbaru okupansi dari reservasi saat nataru mendatang sempat turun. Saat ini reservasi mencapai 58,2 persen turun dari 60 persen sebelumnya.
Berkaca dari pengalaman yang sudah dialami, Deddy tidak ingin kebijakan pemerintah yang tidak konsisten berdampak lagi pada sektor hotel dan restoran seperti tahun lalu. Pasalnya tahun lalu reservasi yang juga sudah mencapai 60 persen harus anjlok karena ada kebijakan yang mendadak dari pemerintah.
"Kalau membandingkan nataru yang tahun lalu kan kita waktu itu reservasi sudah 60 persen tapi di hari H karena ada kebijakan pemerintah yang mendadak dan sekonyong-konyong koder itu kan jadi realitanya hanya 10 persen. 10 persen itu saja hanya dari staycation ASN rata-rata," tuturnya.
Pada tahun ini sendiri, PHRI DIY menargetkan 80 persen dari jumlah total kamar yang dioperasikan saat ini bisa terpenuhi. Maka dari itu diperlukan dukungan yang nyata dari pemerintah agar tidak mengubah secara mendadak kebijakannya.
Baca Juga: Pemkot Bandar Lampung Batalkan PPKM Level 3, Eva Dwiana: Hanya Pengetatan
"Kita harapkan tahun ini target kita itu paling tidak 80 persen lah dari jumlah total kamar yang dioperasikan masih 70 persen. Nah ini butuh dukungan dari pemerintah, cukup kebijakan itu tidak diubah-ubah, kalau antigen ya cukup antigen tidak perlu PCR," ucapnya.
Bahkan saat ini, kata Deddy, anggota PHRI DIY juga masih menunggu lebih lanjut terkait dengan kebijakan dari pemerintah. Mereka belum berani membelanjakan uang untuk persiapan menyambut wisatawan pada nataru mendatang.
"Kami saat ini juga masih wait and see, kita belum bisa membelanjakan uang kita untuk persiapan nataru kayak bahan baku, kemudian hiasan-hiasan, kita masih wait and see kebijakan itu nanti berubah-ubah tidak. Nanti dua minggu kita evaluasi, satu minggu kita evaluasi lagi, baru nanti melihat baru kita membelanjakan," terangnya.
"Otomatis kalau kita membelanjakan di waktu yang berdekatan dengan nataru itu akan menyebakan harganya tinggi. Pada intinya kami tidak mau kerugian yang seperti tahun lalu menimpa kami lagi di tahun ini," tambahnya.
Diketahui pemerintah batal menerapkan PPKM level tiga di seluruh daerah Indonesia pada periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Sebagai gantinya, Pemerintah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 yang mengatur tentang pembatasan pergerakan masyarakat selama periode libur tersebut.
Berita Terkait
-
Khawatir Kembali Merugi, PHRI DIY Desak Ketegasan Aturan PPKM Level 3 Saat Nataru
-
Okupansi Hotel Naik, PHRI DIY: Belum Sepenuhnya Pulih, Masih Efisiensi
-
PHRI DIY Waspadai Pariwisata Jadi Faktor Gelombang Ketiga Covid-19
-
Perpanjangan Sertifikat CHSE Harus Bayar Rp10 Juta, PHRI DIY Menyatakan Keberatan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan