SuaraJogja.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di DIY. Setelah Minggu (19/12/2021) sore mengunjungi sentra anyaman daun pandan di Bantul, hari Senin (20/12/2021) ini dia berkunjung ke Gunungkidul.
Salah satu rangkaian acaranya adalah mengunjungi Pondok Pesantren Ansarulloh untuk memberikan motivasi kepada para santri. Pondok pesantren Ansarulloh terletak tak jauh dari Kota Wonosari.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3AKBPM) Gunungkidul, para santri di Pondok Pesantren tersebut ternyata dilaporkan banyak yang menjadi korban kekerasan.
"Beberapa waktu lalu memang ada laporan terjadi kekerasan di Pondok Pesantren itu yang masuk ke kami,"ujar Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3AKBPM Gunungkidul, Fajar Nugroho, Senin.
Fajar mengakui tahun ini terjadi lonjakan kasus kekerasan karena adanya tambahan klasifikasi. Lonjakan angka kekerasan tersebut tidak lepas dari adanya laporan kekerasan di Pondok Pesantren Ansarulloh Playen.
Bahkan dugaan kekerasan di Pondok Pesantren tersebut membuat KomNas HAM turun langsung melakukan penyelidikan. Pihaknya pun langsung intensif melakukan assesment.
Dan berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh DP3AKBPM ternyata sama sekali tidak ada kekerasan fisik di pondok pesantren tersebut. Jika kekerasan psikis dimungkinkan terjadi karena di tempat tersebut menjadi sentra rehabilitasi anak-anak korban penyalahgunaan narkoba.
"Banyak santri dari luar daerah yang dikirim ke sana karena penyalahgunaan narkoba,"ungkapnya.
Di Pondok Pesantren tersebur para korban penyalahgunaan narkoba menjalani rehabilitasi. Selain metode mendekatkan diri dengan Tuhan, salah satunya terapi tradisional. Metode yang sebenarnya dulu juga banyak digunakan warga Gunungkidul.
Baca Juga: Temui Perajin Anyaman Daun Pandan di Bantul, Menteri PPPA: Kerajinan Ini Tidak Boleh Punah
"Metodenya itu sederhana. Yaitu menggunakan daun tertentu kemudian dikepyok-kepyoke (dipukulkan pelan-pelan tanpa tekanan) ke bagian tubuh tertentu berkali-kali. Dari dulu di Gunungkidul memang ada metode pengobatan seperti itu,"papar dia.
Fajar melanjutkan, munculnya dugaan kekerasan tersebut bermula ketika ada puluhan warga luar Pulau Jawa yang dikirim ke Pondok Pesantren tersebut karena ketergantungan obat terlarang.
Mereka dikirim ke Pondok Pesantren untuk menjalani rehabilitasi secara gratis dari pengelola. Namun seiring berjalannya waktu, ada santri dari Luar Jawa tersebut berulah. Mereka kembali sakau dengan sesuatu yang baru yaitu mengoplos bensin dengan minyak kayu putih.
"Ini cara baru. Saya justru baru tahu kok bisa. Kan biasanya ngelem,"ungkap dia.
Aksi mereka ketahuan oleh pihak pondok pesantren sehingga pengelola melakukan pembinaan. Dan ada beberapa santri yang tidak betah kemudian melarikan diri ke asrama mahasiswa daerah mereka di Kota Yogyakarta.
Oleh mahasiswa di Asrama, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Bupati mereka. Bupati mereka melayangkan surat ke KomNas HAM hingga lembaga tersebut datang ke Gunungkidul melakukan investigasi.
Berita Terkait
-
"Teruntuk Perempuan Korban Kekerasan Seksual, Mohon Maaf Sebesar-besarnya"
-
Samarinda Darurat Kekerasan Seksual, RUU TPKS Diharapkan, Meski Tak Kunjung Disahkan
-
Berubahnya Modus Kelompok Teroris dalam Menghimpun Dana, dari Kekerasan ke Jalur Legal
-
Belajar dari Kasus Kekerasan Seksual di Kampus UIN Alauddin Makassar
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Kini di BRImo, Pesan Obat Jadi Lebih Mudah dan Cepat Tanpa Keluar Rumah
-
Bandara YIA Layani 251 Ribu Penumpang Selama Periode Angkutan Idulfitri 2026
-
Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong lewat Program Desa BRILiaN
-
Duh! Septic Tank di Teras Malioboro 1 Meledak, Tiga Wisatawan Terluka
-
Misteri Perahu Kosong di Muara Opak: Nelayan Bantul Hilang, Drone Thermal Dikerahkan