SuaraJogja.id - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo menyebutkan satu kasus yang berasal dari klaster mantenan atau pernikahan di Karangsari, Pengasih, Kulon Progo dinyatakan meninggal dunia. Satu kasus tersebut tepatnya berasal dari salah satu anggota keluarga dari klaster tersebut.
"Untuk klaster (mantenan) Karangsari, Pengasih bahwa hari kemarin telah terjadi satu yang meninggal, yang berasal dari salah satu anggota keluarga dari klaster Pengasih itu," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati kepada awak media, Senin (7/2/2022).
Baning menjelaskan bahwa satu kasus yang meninggal dunia itu adalah laki-laki berusia 84 tahun. Diketahui bahwa yang bersangkutan juga mengidap komorbid berupa diabetes melitus dan beberapa penyakit penyerta lainnya.
Beberapa penyakit bawaan itu yang kemudian membuat kondisi kasus tersebut semakin parah. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Beliau memang dalam kondisi komorbid. Diabetes melitus dan ada penyakit lainnya mungkin itu yang menyebabkan kondisinya lebih buruk," terangnya.
Disampaikan Baning, satu kasus yang meninggal dunia tersebut dalam kondisi belum dilakukan pemeriksaan swab lebih lanjut. Guna memastikan apakah yang bersangkutan apakah positif Covid-19 atau tidak.
Pasalnya dari pihak keluarga sendiri, kata Baning, enggan atau tidak mengizinkan pemeriksaan swab tersebut dilakukan. Sehingga kasus meninggal dunia tersebut dinyatakan sebagai kasus probable.
"Keluarga ini meninggal dalam kondisi belum dilakukan pemeriksaan swab karena memang dari keluarga tidak mengizinkan yang bersangkutan untuk dilakukan swab. Sehingga kasus ini kita nyatakan sebagai probable," ungkapnya.
Lebuh lanjut, Baning menuturkan satu kasus tersebut sudah dilakukan pemulasaraan jenazah dengan tata laksanana Covid-19 tepatnya pada 6 Februari 2022 kemarin.
Baca Juga: Tambah 24 Pasien Baru, Kulon Progo Catat 87 Kasus Aktif Covid-19
Terkait dengan perkembangan klaster mantenan tersebut, diungkapkan Baning dari data yang dikumpulkan oleh jawatannya hingga saat ini tercatat sudah ada 29 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu didapatkan dari 139 kontak erat yang telah dilakukan pemeriksaan.
"Klaster Karangsari dari data yang kami kumpulkan itu total ada 29 yang terkonfirmasi positif dari 139 kontak erat yang kita periksa. Sebanyak 27 orang berdomisili di Kulon Progo dan dua dari luar Kulon Progo dan satu kasus (probable) yang meninggal," tuturnya.
Ditambahkan Baning, saat ini isolasi dari sebaran klaster tersebut masih belum selesai. Pihaknya juga masih menunggu 5-6 sampel yang masih diperiksa.
"Isolasi masih belum selesai, kami masih ada menunggu 5 atau 6 sampel yang hari ini baru diperiksa kaitan dengan kontak erat karena sudah sampai ring 4 (sebaran kasus)," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo mengungkapkan klaster penularan Covid-19 pertama di tahun 2022 di wilayahnya. Klaster itu diduga berasal dari kegiatan mantenan atau pernikahan.
Dijelaskan bahwa sebaran kasus positif itu bermula ketika ada sebuah acara pernikahan yang digelar di Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Di sana ternyata diketahui ada seseorang dari rombongan keluarga manten yang sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo
-
Harga TV Changhong dan Kelebihan yang Perlu Diketahui, Cek Sekarang di Blibli