SuaraJogja.id - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus Siskaeee bersiap guna melanjutkan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi.
Sejumlah nama telah disiapkan untuk dipanggil menjadi saksi dalam kasus ini, termasuk satpam Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA hingga teman-teman Siskaeee yang diduga terlibat dalam pembuatan sejumlah video bermuatan pornografi tersebut.
Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isti Aryanti menuturkan sudah menyiapkan 10 saksi untuk kasus Siskaeee. Termasuk dengan tiga orang sebagai saksi ahli selain juga beberapa saksi fakta lainnya.
"Ada 10 (saksi) termasuk saksi ahli, ada orang saksi ahli. Saksi fakta ya saksi yang kayak satpam di bandara, pelapor, terus temen-temen ada beberapa yang ikut membuat video itu ada beberapa yang jadi saksi juga," kata Isti ditemui awak media di Pengadilan Negeri (PN) Wates, Senin (21/3/2022).
Diketahui bahwa dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan yang digelar di PN Wates, Senin (21/3/2022) hari ini baik terdakwa maupun penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang selanjutnya akan berlanjut dan digelar pada pekan depan.
"Sidang berikutnya tanggal 28 Maret 2022 agenda pemeriksaan saksi. Terdakwa dan kuasa hukum tidak mengajukan eksepsi," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Isti menuturkan bahwa Siskaeee tidak hanya dijerat dari kasus Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) saja. Melainkan berdasarkan kasus yang diketahui sudah terjadi sejak tahun 2017 silam.
"Ini kan juncto pasal 64 ayat 1. Jadi kita (jerat) dari tahun 2017 aksinya dia (Siskaeee) kan seperti itu sampai tahun 2021 yang di YIA kan hanya tahun 2021. Jadi perbuatan berlanjut ini," terangnya.
Baca Juga: Agenda Sidang Pertama, Siskaeee Dijerat Tiga Dakwaan Alternatif Pornografi dan ITE
Ditanya terkait dengan keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini, kata Isti, pihaknya hanya berfokus kepada Siskaeee saja.
"Kita fokus ke Siskaeee ya karena berkas kita berkas Siskaeee gitu, tidak ada split atau apa jadi kita fokus ke Fransiska," sambungnya.
Disampaikan Isti, saat ini kondisi Siskaeee dalam keadaan sehat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Yogyakarta yang berada di Wonosari, Gunungkidul. Sekarang perempuan kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur hanya tinggal menyelesaikan isolasi semenjak dipindah ke LPP Wonosari.
"Sekarang sehat makanya sudah bisa kita kirim ke LPP Wonosari karena sudah negatif. Makanya tadi kan yang bersangkutan bisa mendengarkan dakwaan kan dalam kondisi sehat, kalau tidak sehat tentunya tidak bisa mengikuti sidang," tandasnya.
Sebelumnya, dari pemeriksaan polisi menyampaikan bahwa Siskaeee telah melakukan pembuatan konten-konten pornografi itu sejak 2017 silam hingga 2021 lalu sebelum diamankan. Dengan salah satunya video yang dilakukan di Bandara YIA pada 18 Juli 2021 lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, setidaknya terdapat 7 situs yang dimanfaatkan Siskaeee untuk mengunggah foto dan video porno miliknya. Dari sejumlah situs tersebut semuanya memiliki server berada di luar negeri.
Berita Terkait
-
Agenda Sidang Pertama, Siskaeee Dijerat Tiga Dakwaan Alternatif Pornografi dan ITE
-
Tak Ajukan Eksepsi, Sidang Kedua Siskaeee Dilanjutkan Pekan Depan dengan Agenda Ini
-
Jalani Sidang Perdana, Siskaeee Dijerat Tiga Dakwaan Alternatif Pornografi dan ITE
-
Kasus Video Porno di Bandara YIA, Siskaeee Jalani Sidang Perdana Secara Virtual
-
Pembuktian Kasus Pornografi Siskaeee Tetap Berjalan, Polda DIY Berupaya Hentikan Penyebaran Videonya
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor