SuaraJogja.id - Bulan suci Ramadhan kerap disebut-sebut bulan penuh berkah. Tidak sedikit masyarakat yang berusaha mencari penghasilan tambahan pada momen seperti ini.
Seperti even pasar sore Jogokariyan, yang lebih dikenal dengan Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ). Even yang digelar di sepanjang Jalan Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja itu menjadi angin segar untuk beberapa pedagang dan warga sekitar.
Seperti yang dirasakan Reastuti perempuan yang baru saat lulus dari Politeknik Akademi Teknik Kulit (ATK) Jogja ini mampu mengantongi ratusan ribu omzet dari hasil berjualan di KRJ.
"Ya sekarang sudah cukup banyak pendapatannya. Sehari bisa menyiapkan 100-200 biji dimsum, tempura dan sosis. Alhamdulilah nyaris habis juga," kata Reastuti ditemui suarajogja.id, Senin (4/4/2022) sore.
Hari pertama jualan dirinya bisa mengantongi jumlah omzet lebih dari Rp100 ribu. Bahkan diprediksi hingga hari selanjutnya bisa tembus sampai Rp200 ribu.
Hal itu disyukuri Reastuti saat berjualan meski sebelumnya sempat hujan deras.
Menurutnya, meskipun hasilnya tidak banyak di satu hari nanti, perempuan 24 tahun itu menerima dengan lapang dada.
Lulus dari Politeknik ATK 2021 lalu, Reastuti kerap kali berbisnis. Sejauh ini dirinya juga menjual berbagai macam produksi kulit secara online.
"Dari awal memang sudah suka berbisnis. Ya kecil-kecilan, setidaknya bisa menambah uang untuk bantu orang tua juga," kata dia.
Baca Juga: TPST Piyungan Ditutup Tiga Hari, Timbunan Sampah di Kota Jogja Capai Seribu Ton
Berjualan hingga 1 bulan penuh di KRJ nanti, Reastuti akan menggunakan hasilnya untuk hal baik. Berhubung perempuan asal Banguntapan, Bantul ini telah memiliki calon pasangan hidup, nantinya digunakan untuk biaya menikah.
"Insyallah nanti (hasil jualan) untuk tambahan menikah. Ya meringankan diri juga," ujar Reastuti sambil tertawa kecil.
Momen Ramadhan di KRJ juga dimanfaatkan oleh warga setempat, seperti Heni Yuli Astuti (37), wanita 2 anak itu sudah 18 tahun mengikuti even tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini pendapatannya memang lebih tinggi dibanding KRJ 2021 lalu. Meski demikian jumlah omzet yang ia terima saat ini sudah lebih dari cukup.
"Kalau hasil itu kan bonus ya ada kenaikan 20 persen ya. Sebenarnya saya ikut even ini untuk meramaikan gelaran KRJ, karena aktivitas seperti ini kan hampir 2 tahun sepi, jadi merasa senang saja bisa kembali ramai lagi," kata Heni yang berjualan es buah dan es teh itu.
Meski mengaku senang, dirinya juga khawatir dengan sebaran Covid-19 yang bisa saja terjadi di even KRJ. Dirinya lebih berhati-hati dan berusaha untuk tidak melepas masker saat melayani pelanggan.
Berita Terkait
-
Masjid Jogokariyan Unggah Daftar Menu Berbuka Mulai dari Tongseng hingga Bestik, Netizen: Masya Allah Ngga Kaleng-kaleng
-
Tempat Ngabuburit di Jogja, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Bakal Sedia 3.000 Takjil Setiap Hari
-
Viral Salat Subuh di Masjid Jogokariyan seperti Salat Id, Jemaah Meluber ke Jalan
-
Nyore: Main ke Jogja, Ngabuburit di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku