SuaraJogja.id - Jajaran Polda DIY memusnahkan barang bukti hasil Operasi Pekat Progo 2022 pada Rabu (27/4/2022) sore. Ratusan knalpot blombongan dan ribuan botol minuman keras (miras) dihancurkan dengan cara digilas menggunakan alat berat.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan bahwa Operasi Pekat Progo 2022 itu dilakukan selama 10 hari mulai dari tanggal 14 hingga 23 April 2022 lalu.
Tercatat 93 tersangka dari mulai kasus perjudian, prostitusi, premanisme hingga pembuatan serta penyimpanan bahan-bahan untuk petasan atau mercon berhasil diamankan.
Khusus dalam pemusnahan kali ini adalah barang bukti berupa knalpot blombongan sebanyak 123 buah dan 3093 botol minuman keras berbagai merk. Barang bukti tersebut diperoleh dari kegiatan operasi yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polda DIY.
"Dimusnahkan supaya tidak bisa dipakai. Memang harus dimusnahkan, sudah ada berita acara pemusnahan yang ditanda tangani oleh pengadilan dan kejaksaan dan setelah sidang pun juga biasanya barang bukti berupa miras itu akan dimusnahkan," kata Yuli kepada awak media, Rabu (27/4/2022).
Khusus untuk miras yang dimusnahkan sendiri ada dari berbagai jenis. Mulai dari produksi pabrikan hingga rumahan atau tradisional.
Sementara itu Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan bahwa knalpot blombongan itu diatur dalam Pasal 285 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 mengenai lalu lintas dan angkutan jalan.
"Ini hanya sebagaian kecil saja. Sebagian ada di Polres-polres untuk dilaksanakan pemusnahan nanti di polres masing-masing," ujar Iwan.
Ia memastikan bahwa ratusan knalpot yang dimusnahkan itu tidak sesuai dengan spesifikasi teknis bawaan kendaraan dari pabrik. Ditandai dengan suara bising yang bising ketika digunakan.
Penyitaan hingga pemusnahan barang bukti ini, kata Iwan merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menghentikan ataupun memutus mata rantai penggunaan yang berulang. Pihaknya bahkan juga sudah mencatat para pelanggar aturan mengenai knalpot blombongan tersebut.
"Kita akan terus melaksanakan operasi ini sampai kita meminimalisir penggunaan knalpot yang memekakan telinga atau itu bersuara keras atau knalpot yang tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi. Seperti apa? yaitu kendaraan dimana kendaraan tersebut keluar dari pabrik itulah standarnya," tegasnya.
Ditambahkan Iwan, memang saat ini penindakan masih dimoninasi oleh kendaraan roda dua atau motor saja. Namun tidak menutup kemungkinan mobil pun juga akan dilakukan penindakan yang sama.
"Sementara ini kami melangkah ke motor karena sebagian besar yang menggunakan modifikasi dengan suara yang memekakan telinga atau knalpot keras itu motor-motor. Nanti pada saatnya kita juga akan menertibkan mobil-mobil yang menggunakan atau mengganti atau memodifikasi knalpotnya dengan suara yang keras," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi