Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 04 Juli 2022 | 17:38 WIB
Sejumlah motor di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman yang dirusak oleh kelompok massa pada Senin (4/7/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Sudah antisipasi, ibaratnya sudah makanan saya. Yang [lebih] saya pikirkan adalah tokonya, bukan diri sendiri," sebutnya.

Selama empat tahun bekerja, total F sudah menyaksikan empat kali kejadian rusuh antarkelompok dengan gelombang besar. Sehingga ia berharap hal ini tidak terulang.

"Sebetulnya tiap satu bulan dua bulan ada. [ditanya Hanya berbeda besar kecilnya massa?] Ya," tambahnya.

Sementara itu dijumpai di kawasan Babarsari yang jadi lokasi kerusuhan, seorang tokoh masyarakat, Prasetyo Utomo menyatakan, awalnya sebuah ruang pertemuan dilempar molotov oleh pihak salah satu kelompok.

Baca Juga: Viral Pengamen Pukul Wisatawan di Jogja Gegara Tak Diberi Uang, Ini Respon Polresta

Saat rusuh berlangsung ia sedang tak ada di area kejadian, hanya saja setelah kerusuhan pecah Prasetyo langsung menuju ke lokasi.

Tidak ada korban jiwa dari warga setempat, namun enam unit motor diketahui terbakar saat peristiwa itu terjadi.

Prasetyo menuturkan, sebelum ruang pertemuan itu dirusak, massa terlebih dahulu mencari-cari keberadaan salah satu nama orang, yang diketahui terkait erat dengan peristiwa rusuh yang terjadi pada Sabtu (2/7/2022).

"Saya tidak menyaksikan [waktu dirusak], tahu-tahu sudah ancur-ancuran," imbuh dia.

Mengetahui kerusuhan yang kembali pecah pada siang hari ini, lelaki 70 tahun ini menyatakan bahwa kerusuhan antarkelompok sudah kerap terjadi di kawasan Babarsari.

Baca Juga: Dear Pengendara Mobil, Ini Daftar SPBU di Jogja yang Terapkan MyPertamina

"Dulu sering gini terus, beberapa kejadian seperti yang lama-lama, kerja saya kan juga membantu kepolisian untuk menciptakan ketentraman di daerah sini," tambah Prasetyo, yang mengaku sudah tinggal di Babarsari sejak 1978 ini.

Load More