Ia hanya ingat ada dua pohon beringin ditanam Sultan HB IX di salah satu sisi bumi perkemahan. Tetapi satu beringin sudah mati, tinggal satu lagi.
Setelah dibangun sejak 1970-an hingga akhirnya selesai, Bumi Perkemahan diresmikan oleh Soeharto. Saat itu, 1981, Soeharto menjabat sebagai presiden RI.
Sejarah akan berbeda ketika disampaikan oleh penutur yang berbeda pula. Demikian dengan sejarah penamaan Babarsari versi Dukuh Tambakbayan, Widodo.
Menurut penuturannya, nama Babarsari diberikan oleh Soeharto, presiden RI pada 1972, sebagai nama bumi perkemahan di ujung batas wilayah padukuhan yang dulu bernama Jangkaran tersebut.
Widodo mengatakan sejak saat itu nama Babarsari dikenal luas oleh khalayak.
Masuknya Universitas Pembangunan Negeri Veteran di Jalan Babarsari menjadi tonggak awal perubahan kehidupan masyarakat Tambakbayan dan Babarsari.
Diikuti dengan munculnya Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan kampus-kampus lain.
Selanjutnya ruko muncul dan tumbuh, ekonomi warga yang tadinya berladang, kemudian beralih ditopang oleh geliat usaha pendukung aktivitas anak kos-kosan. Ada yang membangun kos, warung makan, penatu dan bentuk usaha lainnya.
Usaha hiburan macam karaoke dan kedai kopi perlahan muncul, ada Shangrilla dan Hyperbox yang mengawalinya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan di Jambusari, Semua DPO
"Tahun 2000-an, sekitaran itu," lanjutnya.
Kenapa Babarsari?
Acapkali nama Babarsari muncul sebagai lokasi ricuh antarkelompok, pertikaian besar hingga arena adu tetes darah.
Entah tempat kejadian berada di kawasan Jalan Seturan Raya, di jalan tepian selokan padukuhan Kledokan, bahkan di beberapa area lain di simpang-simpang segitiga emas Seturan-Kledokan-Tambakbayan-Babarsari, banyak pihak menangkap peristiwa itu berlangsung di Babarsari.
Menyikapi kompleksnya situasi di kawasan yang kini masyhur disebut Gotham City itu, berikut pernyataan pemangku wilayah dan warga setempat yang dihimpun tim SuaraJogja.id.
Sebut saja namanya Barto. Pemuda yang tinggal di padukuhan Tambakbayan ini hijrah ke Sleman dari Papua.
Berita Terkait
-
Usut Kerusuhan Babarsari, Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka
-
Dua Orang Masuk DPO di Kasus Jambusari, Polisi Minta Siapapun Tidak Bantu Tersangka
-
3 Orang Terluka Dalam Kasus Kekerasan di Jambusari yang Berujung Rusuh di Babarsari, Terkena Sajam hingga Busur Panah
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Penganiayaan di Jambusari, Semua DPO
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja