SuaraJogja.id - Berada dalam satu kring dengan Tambakbayan dan Glendongan, nama kampung Babarsari kekinian seakan menjadi identik sebagai sebutan wilayah segitiga emas kawasan bisnis di Caturtunggal.
Secara administratif, Babarsari berada di wilayah padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Di perkampungan itu banyak indekos, kampus dan sebagian kecil usaha milik warga sekitar, berikut bumi perkemahan dan sebuah rumah sakit. Sementara sentra bisnis mayoritas ada di padukuhan Seturan, Tambakbayan dan Kledokan.
Dukuh Kledokan Supriyono (59) mengatakan, wilayah padukuhan Kledokan, Seturan, Tambakbayan populer istilah Babarsari karena kebiasaan masyarakat dan mahasiswa dari waktu ke waktu.
"Mereka merasa nama Babarsari lebih semua tahu dan terdengar tidak ndeso. Mungkin kalau ditanya tinggal di mana, dijawab di Kledokan begitu kok enggak keren, jadi mengakunya Babarsari," tuturnya.
Wilayah Kledokan terbentang di kawasan simpang empat Seturan menuju ke timur lalu ke selatan. Area tepian Jalan Babarsari dari arah timur ke barat sampai sebelum simpang tiga di masing-masing ujung jalan, masih masuk dalam wilayah administratif Kledokan.
"Sebetulnya jalan itu namanya bukan Jalan Babarsari, tapi Jalan Hillary Clinton. Soalnya dulu waktu jalan itu baru dibangun, Hillary Clinton ada kunjungan ke sana," tuturnya.
Wilayah Kledokan sisi timur dibatasi sebuah sungai kecil yang mengalir ke arah selatan. Barat sungai kecil itu masuk wilayah administratif Kledokan, timur sungai masuk wilayah Tambakbayan.
Area sekitar BATAN juga terbagi dua menjadi wilayah Kledokan di salah satu sisi sedangkan di sisi lainnya masuk dalam wilayah padukuhan Tambakbayan. Mulai dari Universitas Proklamasi hingga Bumi Perkemahan Tunas Wiguna, valid disebut kawasan Babarsari.
"TKP pembakaran yang ruko-ruko itu masuknya Kledokan, tapi ya orang ngomongnya Babarsari," sebutnya.
Baca Juga: Soroti Bentrok di Babarsari, DPRD DIY Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
"Yang kemarin itu kejadian pertama di karaoke, itu Seturan. Kemudian, karena salah satunya sering kumpul di Kledokan, ruko-ruko yang berdiri di tanah kas desa di padukuhan Kledokan ikut dihancurleburkan," terangnya.
Berkali-kali terkena imbas konflik antar kelompok di kawasan tersebut, Supriyono melihat massa yang terlibat ribut-ribut bukan murni dari Seturan, Kledokan maupun Tambakbayan-Babarsarsi. Tetapi dari luar kawasan itu bahkan dari Kota Jogja, Magelang, Klaten dan wilayah lainnya. Orang-orang itu datang oleh kelompok mereka, untuk ikut baku hantam di sini.
Adanya pos jaga Sabhara Polda DIY tak kemudian menyurutkan niat para anggota maupun pentolan kelompok untuk tetap berulah. Kalau sudah terjadi konflik, pihak tiga padukuhan masing-masing langsung berkoordinasi dan dengan pihak kalurahan dan kepolisian.
Langkah itu diambil karena dampak dari peristiwa yang berulang itu bukan hanya merugikan masyarakat dan pengusaha, tetapi juga pemerintah kalurahan.
"Kompleks ruko yang dirusak itu kan disewakan sebagai salah satu penghasilan bagi pemerintah kalurahan," imbuhnya.
Supri mengungkap, penyewa ruko juga sering menyampaikan kekhawatiran mereka atas stabilitas keamanan di kawasan Kledokan yang sering gonjang-ganjing. Namun ia tak banyak bisa memberikan jawaban, hanya bisa melapor ke pihak kalurahan.
"Kami tak bisa bertindak sendiri," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha