SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memproyeksikan terjadi peningkatan volume kendaraan di wilayah tersebut apabila tol Jogja sudah dioperasionalkan sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini yang dilakukan secara komprehensif dari berbagai aspek.
"Antisipasi potensi kemacetan tidak bisa dilakukan parsial tetapi harus komprehensif dari berbagai aspek. Dan hal ini tidak bisa jika hanya dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta saja," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif, seperti dikutip dari Antara, Senin (8/8/2022).
Menurut dia, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sudah menyiapkan antisipasi dari sisi manajemen lalu lintas dan aspek lain sesuai kewenangan perhubungan.
Namun demikian, lanjut dia, manajemen lalu lintas tidak akan bisa menyelesaikan potensi kemacetan yang akan muncul sehingga perlu didukung penataan dari bidang lain.
"Misalnya penataan di bidang infrastruktur dan kebijakan-kebijakan lain yang menjadi perhatian bersama dengan Pemerintah DIY hingga pemerintah pusat," katanya.
Ia berharap, pemerintah pusat bisa memberikan perhatian lebih terhadap potensi kemacetan yang akan muncul sehingga bisa dilakukan langkah antisipasi secara komprehensif.
Operasional tol Jogja, lanjut dia, akan memberikan dampak positif pada kecepatan waktu tempuh, biaya yang lebih murah, dan akses keluar-masuk yang cukup banyak yaitu dari Bawen atau Solo.
"Dengan waktu tempuh yang semakin cepat dan biaya yang relatif lebih murah, maka diperkirakan akan ada lebih banyak orang yang datang dengan kendaraan pribadi," katanya.
Peningkatan volume kendaraan membutuhkan peningkatan kapasitas jalan yang memadai. "Tetapi, yang terjadi saat ini adalah kapasitas tetap dan volume kendaraan bertambah," katanya.
Saat ini indeks VCR atau perbandingan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan di Kota Yogyakarta rata-rata 0,6 dan akan meningkat mendekati 1 di beberapa ruas jalan pada jam-jam tertentu.
"Saat tol beroperasi secara penuh dan tidak ada penambahan kapasitas jalan, maka dari proyeksi kami akan ada ruas jalan dengan indeks VCR lebih dari 1 atau sudah terjadi kemacetan. Ini yang perlu diantisipasi bersama," katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Nugroho Nurcahyo juga memperkirakan hal serupa yaitu meningkatnya minat masyarakat datang ke Yogyakarta dengan kendaraan pribadi saat tol beroperasi.
"Dari Jakarta ke Yogyakarta mungkin hanya butuh waktu enam jam. Waktu tempuh ini hampir sama jika naik pesawat. Ke Bandara Soekarno-Hatta dua jam, naik pesawat satu jam dan sekitar 1,5 jam dari Bandara YIA ke Yogyakarta. Jadi, saya kira, akan semakin banyak orang yang datang menggunakan kendaraan pribadi," katanya.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dimanfaatkan salah satunya untuk meningkatkan industri pariwisata.
Berita Terkait
-
Proyek Tol Jogja-YIA Diharapkan Segera Selesai, PTS GM YIA: Biar Aksesbilitas ke Bandara Lebih Cepat
-
Konstruksi Tol Jogja-Bawen Dimulai September, Sejumlah Keluarga di Seyegan Urung Pindah
-
Kisah Ndalem Mijosastran, Dulu Dibakar Belanda Kini akan Digusur Proyek Tol Jogja-Bawen
-
Kemenang Sebut Pengurusan Berkas Administrasi Pelepasan Tanah Wakaf Terdampak Tol Jogja-Bawen Masih Mandeg
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi