SuaraJogja.id - Usai geger soal pemaksaan pemakaian jilbab terhadap siswa oleh gurunya mencuat dalam beberapa hari terakhir, SMA N 1 Banguntapan Bantul mendapat sorotan berbagai pihak. Bahkan buntutnya, kepala sekolah dan juga beberapa orang guru dinonaktifkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Dukungan dari berbagai pihak pun mengalir ke SMA yang terletak di Timur Laut Kota Bantul ini. Sejumlah ormas ataupun para alumni menyatakan dukungan tersebut. Dukungan diwujudkan dalam beberapa hal.
Karangan bunga tersebut bertuliskan di antaranya :
"Jalan-jalan ke Yogyakarta konon katanya kota pelajar susah payah baca belajar agar kelak menjadi pintar siswa SMA 1 Banguntapan tetap semangat berprestasi ya. Dari alumni kantin si Mak 99,".
"Dari Kami tugas siswa gak susah kok rajin belajar hormati guru taat aturan agama berprestasi dan enggak suka bolos siswa smaba 1 bukan generasi slebew. Salam dari lulusan 99"
"Kalau belajar sampailah tamat itulah tandanya siswa yang hebat kepada guru mestilah hormat agar ilmu mudah didapat cah basket 99"
Berdasarkan keterangan dari Warno, salah satu petugas keamanan sekolah SMA N 1 Banguntapan, karangan bunga tersebut mulai berdatangan pukul 10.00 WIB. Karangan bunga tersebut sepertinya berasal dari alumni SMA N 1 Banguntapan.
"Datang terus, saya ndak tahu pengirimnya siapa wong saya masih baru di sini. Saya ndak hapal juga, tetapi kalau dari tulisan itu alumni SMA sini tahun 1999,"tutur dia.
Plt Humas SMA N 1 Banguntapan Sutrisna ketika ditemui membenarkan jika sejak peristiwa dugaan pemaksaan pemakaian Jilbab terhadap siswanya mencuat ke permukaan, dukungan terus mengalir ke SMA N 1 Banguntapan. Dan hari Senin ini muncul dukungan dari alumni SMA N 1 Banguntapan.
"Itu dukungan moril ke kami sepertinya,"terang dia.
Sutrisna mengakui meskipun sekolah mereka mendapat sorotan dari berbagai pihak, namun tidak ada siswa yang mengeluhkan hambatan dalam belajar. Sejak peristiwa tersebut, tidak ada siswa yang mendapatkan sindiran atau hujatan karena bersekolah di SMA N 1 Banguntapan.
Sutrisna menandaskan jika iklim pembelajaran di SMA N 1 Banguntapan tetap kondusif dan berlangsung normal. Para guru tetap memberikan pembelajaran sesuai dengan hak yang harus diterima para siswa. Kegiatan ekstra kurikulerpun tetap berjalan normal.
"Tidak ada yang terganggu. Semuanya berjalan seperti biasa,"tambahnya.
Sejak kepala sekolah dan tiga guru lainnya dinonaktifkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, sampai saat ini belum ada penggantinya. Kendati demikian, penonaktifan mereka tidak mengganggu pembelajaran yang dilakukan di sekolah tersebut.
Sebab, selama ini mereka yang dinonaktifkan memang tidak banyak terlibat dalam pembelajaran di sekolah tersebut. Apalagi, Kepala Sekolah tidak pernah mengajar dan 3 guru bimbingan konseling (BK) juga hanya mendampingi siswa saja.
Berita Terkait
-
Bupati Bantul Pastikan Persoalan Jilbab di SMAN 1 Banguntapan Tak Pengaruhi Target KLA
-
Kepsek SMAN 1 Banguntapan Terancam Diberhentikan Tidak Hormat Jika Terbukti Paksa Siswi Berjilbab
-
5 Fakta Seputar Sri Sultan HB X Nonaktifkan Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan
-
Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Kepsek SMAN 1 Banguntapan Bisa Diberhentikan dengan Tidak Hormat
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal