Galih Priatmojo
Senin, 08 Agustus 2022 | 17:35 WIB
Karangan bunga dukungan untuk SMAN 1 Banguntapan usai disorot kasus pemaksaan pemakaian jilbab, Senin (8/8/2022). [Kontributor / Julianto]

"Tidak ada masalah terkait pembelajaran di sini. Semuanya lancar,"tandasnya.

Laskar Islam Beri Dukungan

Selain dukungan para alumni melalui karangan bunga, akhir pekan lalu tepatnya hari Jumat (5/8/2022), ratusan anggota Laskar Islam Se DIY-Jawa Tengah mendatangi SMA Negeri 1 Banguntapan Kabupaten Bantul untuk bertemu pihak sekolah.

Kedatangan laskar yang dipimpin oleh Ustad Umar Said ini untuk memberi dukungan moril kepada sekolah khususnya Guru yang telah dituduh melakukan pemaksaan terhadap salah satu siswanyaya untuk mengenakan hijab. Kedatangan mereka ini didampingi oleh anggota Binmas Polda DIY.

Panglima Front Jihad Islam (FJI) DIY, Darohman mengatakan, kedatangan mereka murni untuk memberikan dukungan kepada para Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul. Mereke meminta kepada guru agar tetap tenang dalam melaksanakan tugas di sekolah.

"Kami meminta agar Polda DIY memfasilitasi untuk dilakukan mediasi atau tabayun antara siswi tersebut dengan para Guru,"tuturnya ketika dikonfirmasi Senin. 

FJI meminta nanti mediasi tersebut harus difasilitasi oleh Polda DIY dan juga disaksikan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY dan Disdikpora DIY. Permintaan ini tidak lain supaya kasus ini dapat menemui titik terang dan tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin memecah belah umat.

Menurutnya, hal ini penting agar jangan sampai bola panas ini terus menggelinding di luar sana. Pihaknya juga merasa prihatin dan kasihan terhadap Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul. 

"Kalau ini dibiarkan bisa jadi nanti ada Guru yang mengajari muridnya Sholat dipermasalahkan juga,"katanya.

Baca Juga: Buntut Kasus Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Sri Sultan HB X: Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan Dinonaktifkan

Pria yang akrab disapa Kang Darohman itu pun menegaskan bahwa kedatangan dirinya dan ratusan anggota Laskar ke SMA N 1 Banguntapan ini murni atas keinginan pribadi. Dia juga meminta agar pihak-pihak tidak bertanggung dan memperkeruh suasana untuk tidak melakukan penggiringan opini menyudutkan umat Islam.

"Mohon dicatat agar nanti di luar sana tidak di goreng-goreng bahwa sekolah dikira meminta backing Laskar. Ini kami datang sendiri tanpa diminta bantuan dari Sekolah. Jadi Sekolah benar-benar tidak memanggil kami, dan kami juga tidak saling mengenal sebelumnya,"tegasnya.

Kontributor : Julianto

Load More