SuaraJogja.id - Kabar mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisial TSR (18) yang nekat terjun dari lantai 11 Hotel Porta di Sleman mengejutkan berbagai pihak. Tak terkecuali Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) yang diketahui menjadi kampus dari mahasiswa yang bersangkutan.
Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas'udi memastikan pihak kampus tengah bergerak cepat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Salah satunya adalah dengan mengembangkan sistem mental health atau kesehatan mental bagi mahasiswanya.
"Kita sedang mengembangkan sistem mental health yang lebih luas di fakultas ya. Kita sebenarnya ada konseling, kita ada psikolog, kita ada peer counselor juga. Cuma kan peristiwanya kemarin membuat kita shocking," kata Wawan ditemui di Fisipol UGM, Senin (10/10/2022).
"Tentu kita di fakultas akan semakin memperkuat apa yang kita sebut mental health system untuk memperkuat resiliensi mahasiswa ke depan," sambungnya.
Sebenarnya, disampaikan Wawan, sistem kesehatan mental di Fisipol sendiri sudah ada. Namun memang kejadian kemarin dianggap sebagai pengingat kembali dan lebih mengaktifkan sistem tersebut.
"Terus terang sudah ada ya mas kami sudah punya psikolog juga, peer conselor dan macam-macam tadi. Cuma ini kan masalah yang dihadapi oleh anak-anak muda itu kan luar biasa. Tidak semuanya ada di kampus, di luar iampus, pertemanan mungkin keluarga dan lain sebagainya," terangnya.
Selain memperkuat sistem kesehatan mental di kampus, Wawan menyatakan juga akan lebih intensif berkomunikasi dengan para orang tua mahasiswa. Sehingga bisa bersama-sama untuk menjaga anak-anaknya.
Sebelumnya diberitakan polisi mendapatkan laporan terkait jatuhnya mahasiswa UGM dari lantai 11 di salah satu hotel di Sleman tersebut pada Sabtu (8/10) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kabar itu lantas dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W. Kariodimedjo. Ia menuturkan bahwa TSR merupakan salah satu mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.
"UGM berduka cita mendalam atas meninggalnya salah satu mahasiswa kami di Hotel Porta (Sleman)," ujar Dina.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bulaksumur Kompol Sumanto memastikan bahwa peristiwa tersebut murni bunuh diri.
"Ya, nggih (benar) bunuh diri," kata Sumanto saat dihubungi awak media.
Ditambahkan Sumanto, korban diduga nekat untuk bunuh diri akibat ada masalah psikologi. Hal itu dibuktikan dengan surat dari dokter yang ditemukan oleh polisi.
"Ada masalah psikologi yang bersangkutan, ada surat dari dokternya juga," ujarnya.
Berita Terkait
-
Berikut Isi Surat di Tas Tegar Sinar Ramadhan, Mahasiswa UGM yang Tewas Bunuh Diri
-
Murni Bunuh Diri, Mahasiswa UGM yang Terjun dari Lantai 11 Hotel Disebut Tengah Alami Gangguan Psikologis
-
UGM Ucapkan Duka Cita Atas Mahasiswanya yang Bunuh Diri, Penyelidikan Diserahkan ke Polisi
-
Korban Bunuh diri di Hotel Porta by The Ambarrukmo Kuliah di UGM
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha