Pasien JM datang ke RS pada Minggu, sekitar pukul 17.00 WIB. Pihak medis langsung memeriksa dan menyiapkan alat-alat untuk mendukung proses tindakan (operasi). Kemudian bekerja di meja operasi mulai pagi hari, keesokan harinya (Senin, 19/12/2022).
Kini, Adiguno dan timnya masih belum bisa memastikan, berapa lama jangka waktu perawatan yang dibutuhkan untuk pasien JM.
Ia menegaskan, pasien juga akan diawasi kondisinya hari ke hari.
Ditanya soal ada tidaknya penurunan fungsi organ tubuh pasien yang terdampak benda asing dan proses operasi, Adiguno menyatakan masih akan terus mengawasi.
"Sementara ini masih baik," ujarnya.
Demikian pula tak terkecuali pada kondisi syaraf JM.
"Masih kami ikuti perkembangannya," pungkasnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Soroti Penanganan Kasus Peluru Nyasar di Sleman, JPW Minta Transparansi Kepolisian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah