SuaraJogja.id - Sebanyak 21 kios yang ada di Jalan Perwakilan, kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta telah disegel oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pada Rabu (4/1/2023) pagi. Kondisi tersebut membuat para pedagang terpaksa harus libur berjualan untuk sementara waktu.
"Sampai saat ini kami hargai dulu keputusan mereka, kita akan tutup dulu, kita akan coba berikan mereka ruang diskusi dan ya tapi dengan catatan tidak bisa lama-lama karena ini menyangkut hajat hidup," kata Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP) Adi Kusuma Putra Suryawan kepada awak media, Rabu (4/1/2023).
Keputusan untuk berhenti berdagang sementara itu mau tidak mau memang harus diambil oleh para pedagang. Mengingat hingga saat ini belum ada kejelasan terkait dengan tempat relokasi mereka.
Adi sendiri secara khusus mengaku tidak bisa bertahan terlalu lama untuk tidak berjualan. Sehingga diharapkan harus segera ada solusi mengenai masalah ini.
"Kalau saya pribadi sebagai pengusaha saya hanya bisa bertahan tutup selama-lamanya itu 2 hari. Karena kami punya karyawan juga. Harus ada solusi, sebisa mungkin kalau nanti sore pun kita diberikan undangan pasti kita hadir. Kita selalu membuka itu," tegasnya.
Terkait penyegelan kios sendiri, Adi menilai hal itu kurang manusiawi. Mengingat surat edaran sangat mendadak yang diterima oleh para pedagang.
"Dalam ini mereka tidak prosedural dengan benar. Sekarang, surat edaran diberikan pagi dan hari itu juga harus disegel ditutup. Apakah itu manusiawi buat kita? Apalagi barang kami masih ada di dalam semua itu. Jadi langsung disegel, dengan gabungan seperti itu," ungkapnya.
Pihaknya memastikan bahwa sebenarnya para pedagang sendiri tidak menolak untuk pergi. Hanya saja, mereka meminta untuk diberikan solusi terkait masa depan mereka.
"Intinya kita hanya meminta solusi, intinya itu, ketika solusi sudah hadir, kami sendiri mau kok pergi, pindah itu mau, tapi saat ini solusikan tidak pernah dibicarakan, itu masalahnya," tandasnya.
Baca Juga: Diusir dari Malioboro, Pedagang Jalan Perwakilan Kebingungan Harus Kemana
Berdasarkan pantauan SuaraJogja.id di lokasi, kios-kios di Jalan Perwakilan memang sudah dilakukan penyegelan oleh Satpol-PP dan petugas gabungan sejak pagi tadi.
Selain menempel peringatan untuk tidak beraktivitas di lokasi. Di depan kios-kios tersebut juga sudah diberikan besi pembatas.
Sejumlah pedagang terlihat masih mencoba menata kembali barang-barang mereka yang belum diangkut keluar dari kios. Sementara tidak sedikit pula toko yang sudah tertutup rapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan