Selain itu, bila hujan turun, keberadaan tanah uruk baru di lingkungan proyek juga turut memberikan dampak kepada lingkungan mereka. Genangan air keruh masuk sampai pekarangan warga, belum lagi air yang meresap ke tanah kemudian membuat air sumur warga setempat menjadi keruh.
Sebelum proyek berlangsung, tidak ada masalah seperti demikian di kediaman warga setempat.
Pekik juga disinggung soal belum adanya pemberian kompensasi, kepada warga yang rumahnya rusak akibat pekerjaan proyek tersebut.
"Padahal pernah dukuh dimintai data, kami juga sudah mendata. Tapi sekian lama belum ada realisasi, justru dapat kabar realisasi ditunda atau bagaimana itu," ujarnya.
Baca Juga: Tol Jogja-Bawen Akan Beroperasi, Bupati Sleman Sebut Produk yang Masuk Rest Area akan Dikurasi
Dalam data yang ia miliki, ada sekitar 30 rumah terdampak pekerjaan lapangan di proyek tol Jogja-Bawen, di Pundong III. Rumah-rumah itu terhitung berada 50 meter tepi kanan-kiri lokasi proyek berjalan.
Dampak-dampak yang terjadi, yang telah ia inventarisasi, belum dilaporkan oleh pihaknya ke pemrakarsa atau pelaksana proyek. Sejauh ini hanya langsung disampaikan kepada pekerja di lapangan.
"Kalau ada getaran dan retakan baru, stop. Jangan dilanjut dulu pokoknya," terangnya.
Pekik berharap pihak proyek bisa memenuhi janji mereka. Untuk memberikan kompensasi kepada warganya yang terdampak kerusakan bangunan, gangguan sosial, bahkan gangguan kesehatan akibat pekerjaan tol.
"Karena ada janji, harapan warga ya direalisasi kompensasinya. Sampai saat ini belum ada kompensasi," ucapnya.
Baca Juga: Tanah Kalurahan dan Sultan Ground Terdampak Tol Jogja-Bawen, Tidak Diganti Untung
Menanggapi adanya laporan keluhan tersebut di atas, Humas PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Danindra Ghuasmoro menyebut, pihaknya sedang berkoordinasi dan memantau lokasi pelaksanaan proyek bersama rekanan, PT Adhi Karya.
Berita Terkait
-
Jalan Tol Solo-Jogja Gratis Selama Libur Nataru, Cek Tanggalnya!
-
Ulasan Buku Toko Merah, Pentingnya Inovasi dan Menjauhi Sikap Sombong
-
Gedung Peruri Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Nasional
-
Mengenal Kembali Gedung Sarekat Islam: Warisan Sejarah yang Terlupakan
-
Sejumlah Aset Milik Peruri Ditetapkan Sebagai Warisan Nasional
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan