SuaraJogja.id - Sebagian lahan terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo di wilayah Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman telah dibebaskan dan memasuki tahap pencairan.
Tahap pencairan ganti rugi lahan terdampak tol di seksi yang sama, mulai dipersiapkan untuk wilayah Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Jalan Tol Jogja - Solo, Dian Ardiansyah, mengatakan bahwa tahap tersebut kini tinggal menunggu penjadwalan pembayaran.
"Kurang hafal detailnya, yang jelas belum semua bidang [disetujui memasuki tahap pembayaran]," sebut Dian kala ditanya jumlah bidang di Kalurahan Tirtoadi yang sudah disetujui oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk dibebaskan, Jumat (3/3/2023).
Ia mengatakan, pembayaran uang ganti rugi (UGR) terlebih dahulu akan menyasar ke tiga padukuhan. Yaitu Padukuhan Sanggrahan, Sendari dan Kaweden.
"Sisanya, menunggu acc (persetujuan) dari LMAN," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, pengadaan lahan jalan tol Jogja-Solo seksi II telah menyelesaikan tahapan musyawarah bagi Kalurahan Tirtoadi, Tlogoadi dan Trihanggo. Ketiga Kalurahan tersebut menjadi prioritas untuk pembebasan.
Berkas lahan terdampak di Trihanggo, saat ini dalam proses validasi dan kelengkapan berkas sebelum diajukan ke LMAN.
Sementara itu di Kalurahan Tlogoadi, tahap penetapan UGR sempat diwarnai walkout oleh warga Padukuhan Karangbajang dan Nglarang.
"Tlogoadi sudah acc. Tapi memang masih ada beberapa warga yang belum [setuju]. Memang masih ada yang pikir-pikir, cuma secara mayoritas sudah acc," katanya.
Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Suwito mengatakan, proses penetapan UGR di Kalurahan Tlogoadi sudah selesai tahapan musyawarah kembali, dan warga mayoritas sudah menerima. Berikutnya, tahap dilanjutkan ke validasi berkas dan pengajuan ke LMAN untuk persetujuan pembayaran.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Setelah Warga Nglarang Walk Out, Giliran Warga Karangbajang Blak-blakan Sebut Tim Appraisal Tol Jogja-Solo Tidak Adil
-
Bangun Jalan Tol Jogja-Solo, ADHI Tarik Utang Hampir Rp10 Triliun
-
Ini 3 Kalurahan yang Didahulukan Dalam Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Seksi 2
-
Musyawarah Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo di Tirtoadi Sudah Dimulai, BPN: Warga Terdampak Minta Ganti Rugi Bentuk Uang
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Anti Hujan! 10 Destinasi Wisata Indoor Jogja Paling Asyik untuk Liburan Keluarga
-
3 Rekomendasi SUV Bekas, Type Premium Bisa Dibawa Pulang dengan Modal Rp80 Jutaan
-
Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok
-
Harda Kiswaya di Persidangan: Hibah Tak Pernah Dikaitkan Pilkada
-
7 Fakta Panas Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bupati Harda Kiswaya Terlibat?