SuaraJogja.id - Para aparatur negara (ASN) dilarang keras terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam Pilpres 2024 mendatang. Hal itu sudah diatur sesuai dalam peraturan perundang-undangan.
Tak hanya aparatur negara saja yang diimbau untuk menjaga netralitas. Perguruan tinggi secara kelembagaan pun diminta tak ikut dalam pusaran politik praktis.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia tak menampik pentingnya menjaga netralitas di lingkungan akademik. Terlebih sudah ada aturan yang juga mendasarinya.
"Saya kira itu sudah sesuatu hal yang on the date ya karena di dalam aturan yang sebelumnya itu kan juga sudah disebutkan. Jadi itu menjadi suatu ya memang hal yang dijalankan, tidak perlu disebutkan dalam deklarasi ini. (Komitmen) tetap," kata Ova dikutip Minggu (26/11/2023).
Terkait dengan pengawasan sendiri, disampaikan Ova, sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang siap untuk dijalankan oleh UGM. Tidak terkecuali seluruh perguruan tinggi lain yang juga menganut SOP yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti.
"Ini saya kira sudah ada SOP yang dijalankan dan semua perguruan tinggi mengikuti dari SOP yang sudah dibuat dan diedarkan oleh Dikti," ujarnya.
Seruan pemilu damai ini sekaligus menjadi momentum penguatan terkait hal tersebut. Selain juga ada isu-isu lain yang perlu dijaga dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
Tercatat ada pimpinan dari delapan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan seruan pemilu damai di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (24/11/2023) kemarin. Seruan ini disampaikan dalam rangka mendorong agar kampanye berjalan dengan damai, bermartabat, dan berkualitas.
"Saya kira ini bentuk penguatan, karena sesuatu yang benar itu harus disuarakan. Sehingga saya kira ini bentuk penguatan yang supaya bisa disebarkan ke masyarakat luas," tegasnya.
Baca Juga: Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta di DIY Kesulitan Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Kendalanya
Diketahui hampir semua calon peserta pilpres pada tahun depan pernah berkuliah di UGM. Mulai dari Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ganjar Pranowo, serta Mahfud MD.
Universitas Islam Indonesia (UII) turut mendapat sorotan tentang netralitas. Mengingat cawapres Mahfud MD juga pernah menempuh pendidikan di salah satu kampus tertua di Indonesia itu.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid tak memungkiri bahwa semua orang di kampus memiliki preferensi dukungan masing-masing. Namun sebagai institusi, UII dipastikan akan tetap netral.
"Di kampus ada ya yang mendukung semua calon. Kita berikan ruang untuk itu, kita saling menghargai, selama itu dikemas dalam diskusi akademik tidak ada masalah. Tetapi UII sebagai institusi tidak mungkin kita menyatakan mendukung satu kandidat, karena UII sangat beragam warna warni dan semuanya kita berikan ruang untuk bertumbuh," ungkap Fathul.
Terkait aturan, Fathul menegaskan sudah ada sejak lama. Terkait dengan larangan tidak terlibat dalam politik praktis.
"Kami sudah sangat dewasa, sudah sangat lama, bahkan kami sudah punya aturan sebelum negara ada, keterlibatan di partai politik praktis itu dilarang di UII," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban
-
Intel Nekat Masuk UMY Usai Demo, Ratusan Mahasiswa Kepung dan Amankan Anggota Polda DIY
-
Muhammadiyah Desak Pembenahan Total Program MBG di Tengah Gelombang Kritik
-
Diskusi di UGM Dibubarkan Paksa, Mahasiswa Lintas Kampus DIY: Ini Ancaman Serius Demokrasi!
-
Serahkan Persoalan Tiyo ke Ranah Pribadi, Mahasiswa UGM Tegaskan Aksi Protes akan Terus Berlanjut