SuaraJogja.id - Kabupaten Gunungkidul diguncang gempa Magnitudo 5,0 Kamis (28/3/2024) sore. Kendati demikian, tak banyak orang yang merasakan goyangan gempa tersebut. Mereka justru tidak mengetahui adanya gempa bumi tersebut.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4.7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,41° LS ; 110,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 165 Km arah Barat Daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 49 km.
Warga Kalurahan Giripurwo Kapanewon Panggang (wilayah barat daya Gunungkidul), Lina mengatakan gempa tersebut terjadi selepas melaksanakan sholat ashar. Saat itu dirinya sudah berada di dalam rumah usai sholat berjamaah di masjid. Ketika hendak duduk tiba-tiba ada gempa yang terasa cukup besar.
"Tadi langsung lari ke luar rumah, teriak gempa-gempa. Tetangga juga lari ke luar rumah," kata dia.
Goncangan gempa sendiri berlangsung sesaat dan tidak ada susulan. Dia bersyukur tidak ada kerusakan di rumahnya, demikian juga dengan tetangga kiri kanan. Dia berharap tidak ada kerusakan ataupun korban dalam peristiwa ini.
Baca Juga: Apes, Warga Patuk Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon Saat Cari Daun Salam
Lain lagi dengan Wanto, warga Girisekar Panggang. Dia mengaku sama sekali tidak tahu adanya gempa. Dia baru tahu ketika ada rekannya yang menhubunginya menanyakan kabar dan kondisi terkini paska gempa di seputaran rumahnya.
"Aku ora kroso (saya ndak merasa)," kata dia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono mengatakan akibat kejadian tersebut pihaknya langsung melakukan assesment. Dan hingga berita ini disusun belum ada laporan perihal kerusakan di wilayahnya.
"Tidak ada laporan yang rusak," ujarnya
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono menyebut gempa bumi tersebut terjadi pada hari Kamis 28 Maret 2024 pukul 15.01.52 WIB wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa tersebut merupakan gempa tektonik.
Baca Juga: Puluhan Warga Patuk Gunungkidul Mundur Jadi Penerima PKH, Ini Penyebabnya
Di mana hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4.7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,41° LS ; 110,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 165 Km arah Barat Daya Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 49 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata dia.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault) Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Purwosari, Kulon Progo dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti getaran seakan akan truk berlalu).
Sementara daerah Bantul, Sleman, Pacitan, Trenggalek dan Wonogiri dengan skala intensitas II MMI di mana Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tambahnya.
Hingga pukul 15.27 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Oleh karena itu, kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Tragis! Ratusan Warga Muslim Myanmar Jadi Korban Gempa saat Salat Dalam Masjid
-
Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik