SuaraJogja.id - Lebaran tinggal menghitung hari. Disaat banyak pekerja mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), lebih dari 1.700 guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah harus gigit jari karena tak mendapatkan THR.
"Walaupun sudah dua tahun kita lepas dari pandemi covid-19, ternyata dampak karambolnya luar biasa terhadap kondisi dan kapasitas sekolah yang belum pulih sampai sekarang. Sehingga banyak dari sekolah [di muhammadiyah] bahkan untuk membagi THR pun belum bisa," papar Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Gunawan Budiyanto disela pemberian bantuan guru-guru Muhammadiyah jelang Lebaran di Yogyakarta, Kamis (04/04/2024).
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut, sebanyak 1.700 lebih guru di bawah Muhammadiyah yang tak menerima THR akibat kondisi finansial sekolah yang tak memadai berasal dari 91 sekolah. Mereka kebanyakan merupakan guru TK ABA, SD dan SMP di berbagai daerah.
Karenanya Muhammadiyah melakukan pendataan pada guru-guru yang hingga kini tidak mendapatkan THR sebelum Bulan Ramadan lalu. Mereka pun diberikan bantuan berupa paket sembako untuk merayakan Idul Fitri.
"Pada prinsipnya kita bisa masuk pada saat kapasitas finansial dari sekolah-sekolah tersebut tidak memungkinkan untuk membagikan THR," ujarnya.
Gunawan menyebutkan, anggaran sebesar Rp 350 juta diberikan untuk bantuan THR. Meski bantuan tersebut masih tergolong kecil, para guru tersebut berhak merasakan kebahagiaan pada hari raya umat muslim nanti.
Pemberian bantuan sengaja diberikan untuk guru. Sebab selain petani, para guru merupakan warga yang banyak tertindas.
"Bantuan kami berikan bagi guru baik [sekolah negeri] maupun swasta. Apalagi swasta, karena kalau [guru] negeri kan masih dapat tunjangan, standarnya juga kita tahulah," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Ada 1.700 Perusahaan di Kota Jogja, Pemkot Yogyakarta Buka Posko Aduan dan Konsultasi THR 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK