SuaraJogja.id - Penjabat (Pj) Walikota, Singgih Raharjo dipastikan mengikuti Pilkada Kota Yogyakarta pada November 2024 mendatang. Mengetahui hal ini, Pemda DIY akan mengambil kebijakan terkait keputusan Singgih yang dinilai para aktivis HAM dan Antikorupsi tak pantas karena terjun ke politik praktis disaat masih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sekda DIY, Beny Suharsono mengungkapkan, Pemda DIY memastikan akan menarik kembali birokrat yang masih menjabat Kepala Dinas Pariwisata DIY itu ke Pemda DIY. Apalagi Singgih dipastikan sudah mendaftarkan diri maju pilkada dari Partai Golkar.
"Nah, kalau sudah ada [kendaraan parpol yang dituju] berarti sudah berafiliasi ke partai politik, ya, kita akan evaluasi. Caranya, ya, kita tarik [ke Pemda], dikembalikan ke markasnya," kata dia, Senin (29/4/2024).
Beny menyebutkan, ASN di lingkungan Pemda DIY dilarang berpolitik praktis. Namun Singgih justru menjadi partisan Pilkada 2024 dan berafiliasi dengan parpol saat masih menjabat Pj dari salah satu parpol,
Karenanya penarikan Singgih dari Pemkot dilakukan meski masa jabatannya sebagai Pj akan berakhir pada 22 Mei 2024 mendatang. Hal itu penting agar tidak menimbulkan konflik kepentingan di Kota Yogyakarta.
Jabatan Pj Walikota Yogyakarta Singgih pun tidak akan diperpanjang. Sebab pilkada sudah masuk tahapan-tahapan pemilihan.
"Iya sudah harus selesai 22 Mei [2024], kami sudah melangkah jauh hari sebelum itu," jelasnya.
Pasca Singgih ditarik dari jabatan Pj, Pemda DIY menyiapkan strategi, terutama Pj yang akan menggantikannya. Pemda menyiapkan tiga pengganti Singgih.
"Tapi tentu tidak di-publish, kami sudah melakukan evaluasi kami diperintah pak gubernur baik Pj yang Kulon Progo atau kota," jelasnya.
Baca Juga: Dituding Lakukan Politik Praktis di Pilkada Jogja, Kemendagri Didesak Copot Singgih Raharjo
Beny menambahkan, pencopotan Singgih bukan tanpa alasan. Pemda DIY setiap menjelang kontestasi politik, baik pemilu maupun pilkada selalu mengingatkan Pj kepala daerah maupun ASN untuk menjaga netralitas. Hal itu penting agar mereka tidak berpihak kepada kepentingan tertentu, termasuk berpolitik praktis.
Namun Singgih ternyata sudah berafiliasi dan menggunakan kendaraan parpol untuk maju pilkada. Bahkan menggunakan fasilitas negara untuk membranding dirinya melalui media sosial (medsos) ataupun baliho yang bertebaran di beberapa titik.
"Ketika masuk wilayah parpol harus kami ingatkan. Sudah tidak boleh lagi, [dia] ASN itu kan, hak politiknya nggak diganggu tapi kita berpihak ke aturan, nanti kita akan segera evaluasi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap