SuaraJogja.id - Masalah sampah di Yogyakarta hingga kini belum juga usai meski program desentralisasi sampah sudah diterapkan 1 Mei 2024 kemarin. Permasalahan ini bahkan menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI hingga akhirnya turun tangan.
"Kami membantu untuk mencarikan misalnya bank sampah yang harus didirikan. Ketika bank sampah ada dan bank sampah yang pasif butuh offtaker atau pembeli sampah," papar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati dikutip Rabu (8/5/2024).
Selain solusi bank sampah, menurut Rosa, KLHK juga mencoba membantu kabupaten/kota di DIY mencari solusi dalam penyediaan alat pengolahan sampah. Diantaranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kita juga bantu memberikan jalan keluar off taker-nya itu siapa, atau juga CSR dari perusahaan-perusahaan yang bisa kemudian mengambil perusahaan itu," tandasnya.
Rosa menyebutkan, khusus Kota Yogyakarta yang saat ini kesulitan mengatasi sampah akibat minimnya lahan pengolahan sampah, Rosa minta ada kajian yang tepat. Hal itu penting agar Pemkot bisa menemukan teknologi atau cara yang paling tepat.
Pemkot bisa saja memilih incinerator atau pembakaran sampah untuk mengurangi tumpukan sampah di mana-mana dan tutupnya sejumlah depo. Namun KLHK sendiri tidak menyarankan hal tersebut dilakukan di Kota Jogja. Sebab Kota Yogyakarta disebut tidak cocok menerapkan kebijakan incinerator.
"Mungkin incinerator tapi harus ada kajian apakah cocok incinerator di situ [Kota Jogja] karena kalau mau membangun incinerator emisinya harus diperhatikan, jarak dengan [pemukiman] warga juga harus dijaga dan sebagainya," jelasnya.
Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan Pemda DIY memang memutuskan kebijakan desentralisasi sampah pada kabupaten/kota. Dengan demikian pemkab/pemkot belajar dalam menangani masalah sampah secara mandiri pasca ditutupnya TPST Piyungan.
"Kami sendiri di provinsi tidak mengurusi problem sampah. Jadi bagi saya, berilah kesempatan bagi kabupaten/kota. Kalau misalnya nanti nabrak, kan bisa berpikir untuk mencari jalan keluar. Dengan komitmen, tentu kabupaten/kota bisa menemukan sendiri teknologi pengelolaan sampah yang paling cocok untuk mengatasi persoalannya masing-masing," ungkapnya.
Baca Juga: TPST Piyungan Ditutup, Tumpukan Sampah justru Menggunung di Tepi Jalan Siluk-Panggang
Sultan berharap, kabupaten/kota juga bisa mengedukasi masyarakatnya terkait kesadaran dalam upaya memilah, mengurangi sampah. Namun pemkab/pemkot juga harus bertanggungjawab usai warga memilah sampah.
"Kalau pengolahan sampah butuh sampah yang sudah dipilah-pilah, tentu masyarakat juga harus diedukasi. Karena kalau pas diangkat dicampur lagi, ya percuma," ungkapnya.
Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengklaim Kota Jogja saat ini memiliki dua tempat pengelolaan sampah yang dapat beroperasi. Sebut saja TPST Nitikan dan TPST Kranon. Selain itu TPST Karangmiri yang akan digunakan awal Juni 2024 mendatang.
Namun tiga TPST tersebut belum mampu mengakomodir seluruh sampah di Kota Yogyakarta yang mencapai 200 ton per hari. Karenanya Pemkot mencoba bekerjasama dengan pihak swasta.
"Kalau pengelolaan sampah kota padat penduduk paling cocok apa teknologinya? Di kota-kota besar yang pada penduduk incinerator, tapi itu perlu kajian dan akan kami lakukan kajian itu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit