SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul terus mengupayakan penyelesaian terhadap masalah sampah yang masih belum teratasi di beberapa area. Tak jarang muncul adanya sampah liar yang menggunung di beberapa titik.
Hal itu segaris dengan banyaknya dari masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam membuang sampah mereka karena kurangnya sarana yang memadai.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengungkapkan bahwa di wilayah Bantul terdapat 15 Tempat Pembuangan Sampah 3R (TPS3R) yang tersebar di beberapa kelurahan, termasuk di TPSS Gadingsari dan Kapanewon Sanden.
"Ada 15 TPS3R di beberapa kelurahan yang masih dapat dimaksimalkan penggunaannya. Meskipun fasilitas pengolahan tersebut masih memiliki kapasitas kosong, namun penggunaannya harus melalui pembayaran retribusi," ujarnya dikutip dari Harianjogja.com--jaringan Suarajogja.id, Kamis (9/5/2024).
Dia juga menyampaikan bahwa warga, pelaku usaha, serta penyedia jasa angkutan sampah dapat menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk pengelolaan sampah yang belum terkondisikan.
Selain melakukan optimalisasi terhadap 15 TPS3R yang sudah ada, Pemerintah Kabupaten Bantul juga mempercepat pembangunan tiga Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa lokasi, seperti di Dingkikan, Modalan, dan Bawuran.
Abdul Halim menegaskan bahwa ketiga TPST tersebut mampu menampung hingga 150 ton sampah setiap hari. Oleh karena itu, dia meminta pengertian dari masyarakat terhadap situasi yang sedang terjadi.
Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah mengarahkan masyarakat untuk memiliki tempat pembuangan sampah organik sendiri, seperti lubang pembuangan, untuk jenis sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah makanan lainnya. Hal ini dilakukan mengingat sekitar 75 persen dari total sampah yang dihasilkan di Bumi Projotamansari adalah sampah organik.
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Jasa Angkut Sampah di Bantul, Sidiq, mengakui bahwa pihaknya telah terpaksa menghentikan layanan pengangkutan sampah sejak 1 Mei 2024 lalu.
Baca Juga: Jelang Pilkada Bantul, Pengusaha hingga Dosen Daftarkan Diri Lewat Partai Demokrat
"Kami juga mengalami kesulitan dalam merespons permintaan pelanggan terkait pengangkutan sampah," ungkapnya.
Sidiq menyatakan bahwa mereka hanya bisa menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah terkait prosedur pengambilan sampah pelanggan di masa mendatang.
"Kami diminta untuk menunggu hingga September nanti. Sementara itu, kami terpaksa menahan sampah yang akan kami buang, kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026