SuaraJogja.id - Dusun Jogonalan Lor Rt 02, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Rabu (7/8/2024) sore kemarin geger. Sekira pukul 16.30 WIB, mbah DMH (68) ditemukan tewas gantung diri di bagian belakang rumahnya. Mbah DMH sebenarnya tinggal bersama istrinya.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan jasad DMH pertama kali ditemukan oleh istrinya yang berinisial TKY (64).
"Istrinya bekerja dan korban di rumah sendirian," ujarnya, dikutip Kamis (8/8/2024).
TKY mendapati rumah dalam keadaan tertutup tetapi pintu tidak terkunci, dan rumah dalam keadaan sepi. Perempuan lansia ini segera memasuki rumah dan mencari suaminya DMH karena tak terlihat di kamar.
Ssaat memasuki ruang dapur, TKY kaget karena mendapati korban tergantung di kayu plafon ruang dapur menggunakan tali tambang, dengan posisi kaki tertekuk dan menyentuh lantai.
"Melihat kejadian tersebut seketika ia memeluk tubuh suaminya dan berteriak-teriak sehingga terdengar dari luar," terang dia.
Dan kebetulan ada warga yang sedang lewat dan segera masuk ke dalam rumah. Warga kemudian melihat tubuh korban telah tergantung dengan dipeluk oleh istrinya. Selanjutnya mereka menghubungi Babinkamtibmas Tirtonirmolo dan polsek Kasihan melalui telepon.
Polisi segera mendatangi TKP dan segera mensterilkan lokasi serta menghubungi Tim Inafis Polres Bantul dan dokter jaga Puskesmas Kasihan 2.
Bersama warga tim gabungan tersebut menurunkan korban dengan memotong tali selanjutnya membaringkan di ruang tamu
Baca Juga: DP3APPKB Kabupaten Bantul Aktif Cegah Kekerasan Anak Lewat Kegiatan Positif
Tim Inafis bersama dokter Elmi melakukan pemeriksaan terhadap DMH. Setelah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan segera membuat surat pernyataan bahwa Istri DMH bisa menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta tidak menuntut pihak manapun.
"Dmh diperkirakan telah meningga 6 jam sebelum ditemukan karena tubuh sudah dalam keadaan kaku, Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan keluar cairan dari kemaluan serta keluar feses dari anus," tambahnya.
Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567, yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata
-
Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam
-
Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan
-
Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat