SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul, kini tengah merumuskan rancangan peraturan bupati (raperbup) sebagai landasan hukum untuk rencana aksi penataan kawasan Gumuk Pasir di pesisir Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek.
"Tahun ini kami fokus pada penyusunan raperbup untuk rencana aksi penataan Gumuk Pasir, yang diharapkan selesai dalam waktu dekat," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Saryadi, Kamis (8/8/2024).
Ia menjelaskan bahwa penyusunan regulasi ini telah dikoordinasikan dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sementara itu, Dispar Bantul bertanggung jawab dalam menyiapkan rute untuk wisata jeep.
"Di Dispar, kami bertugas mempersiapkan alternatif relokasi rute jeep dan motor ATV, serta mengkaji lokasi peletakan penanda atau gapura pintu masuk kawasan Gumuk Pasir," tambahnya.
Rencana eksekusi penataan kawasan Gumuk Pasir yang merupakan kekayaan alam langka ini dijadwalkan pada tahun anggaran 2025.
"Oleh karena itu, pada 2024 ini kami masih berada pada tahap perencanaan dan persiapan, sedangkan kegiatan penataan baru akan dimulai pada 2025," jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa rencana induk rute Jeep wisata dan ATV di kawasan Gumuk Pasir belum diputuskan, karena pemerintah daerah dan Dispar belum melakukan komunikasi efektif dengan para pelaku usaha jasa pariwisata.
"Setelah raperbup rencana aksi selesai, kami akan berdiskusi dengan para pelaku wisata mengenai alternatif rute yang diinginkan," katanya.
Saat ini, luas keseluruhan Gumuk Pasir Pantai Parangtritis Bantul mencapai 412,8 hektare, terdiri dari zona inti seluas 141,10 hektare, zona penyangga bagian barat seluas 176,43 hektare, dan zona penyangga bagian timur seluas 95,27 hektare.
Baca Juga: Diduga Punya Riwayat Darah Tinggi, Lelaki di Bantul Tewas Mengeluarkan Darah dari Hidung
Kawasan Gumuk Pasir menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan penataan, seperti aktivitas wisata motor, pertanian, perikanan, pemukiman liar, dan penambangan pasir yang dapat mengancam kelestariannya.
"Dalam penataan kawasan Gumuk Pasir nanti, kami akan berkomunikasi dengan pelaku restorasi untuk mencari solusi terbaik yang tidak berbenturan dengan rencana restorasi gumuk pasir," terang dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Perlu Mulai dari Nol, Intip Ratusan Peluang Usaha di Pameran IFBC Expo 2026 Yogyakarta
-
Kronologi Kebakaran Rama Billiard Mergangsan: Karyawan Sempat Dengar Suara 'Kretek-kretek'
-
Api Cepat Membesar dan Asap Pekat Kepung Kafe Biliar di Yogyakarta, Sembilan Regu Damkar Dikerahkan
-
Penumpang Internasional YIA Melonjak hingga 53 Persen, Penerbangan Domestik Justru Melemah
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up