SuaraJogja.id - Densus 88 baru saja menangkap tujuh orang yang menebar teror di media sosial (medsos) saat kedatangan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus di Indonesia pada pekan lalu. Rencana serangan terhadap Paus ini bahkan mendapatkan sorotan dari media asing.
Rohaniwan Katolik sekaligus budayawan asal Yogyakarta, Gregorius Budi Subanar SJ pun memberikan tanggapannya terkait penangkapan tersebut. Menurut Romo Banar, teror yang cukup menghebohkan tersebut tidak perlu lagi diperpanjang.
"Ujaran kebencian yang sampai ada teror itu hanya perkara kecil saja. Toh peristiwa [kedatangan Paus ke Indonesia] sudah berlangsung [dan aman], tidak ada aksi apapun kan," papar Romo Banar disela Saresehan 'Njagong Budaya, Hanoman dan Ramayana, Pembelajaran untuk Indonesia' di TKCN Yogyakarta, Senin (9/9/2024).
Menurut salah satu dosen tersebut, dirinya menjadi saksi mata masyarakat Indonesia menyambut baik kedatangan Paus Fransikus ke Jakarta pekan lalu. Bahkan warga masyarakat non Katolik pun ikut antusias akan penyelenggaraan misa akbar di Gelora Bung Karno (GBK).
Keamanan selama Paus Fransiskus berada di Indonesia pun terjamin. Pengalaman berharga tersebut lebih baik dirayakan alih-alih menanggapi isu-isu teror yang hanya memecah belah anak bangsa.
"Sekarang ada wacana [teror], bagi saya hal itu tidak lagi perlu dibicarakan. Saya merasa seperti itu. Kalau kemudian densus menangkap tujuh orang, ya itu merupakan tanggungjawab dan tugas dari densus. Tapi peristiwa [teror itu] bukan jadi kasus yang riil karena realitasnya hanya pada level kata-kata, bukan kenyataan dan peristiwanya sudah berlangsung dalam suasana yang interkultural," tandasnya.
Terkait sorotan media asing akan teror pada Paus Fransiskus, Romo Banar menyatakan hal itu tidak relevan. Jangan sampai rakyat Indonesia terasing dengan pengalaman yang istimewa dan penuh kedamaian saat kedatangan Paus Fransiskus akibat termakan isu-isu diluar itu. Apalagi media asing tidak memiliki pengalaman kebersamaan dengan Paus Fransiskus di Indonesia.
"Kalau saya sudahlah, based on (berdasarkan-red) merefleksikan pengalaman [kedatangan Paus Fransiskus], ya sudahlah. Perkara yang jadi riak-riak pembicaraan, ini kecil sekali. Saya kira kalau kita berpikir lebih jelas dan terpilah," tandasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Land of Leisures SHOUT IT OUT 2024 Resmi Dibuka, Diramaikan 100 Local Brand
Berita Terkait
-
Kebun Anggur di Pekarangan Rumah? Warga Jogja Buktikan Lahan Sempit Bukan Halangan
-
Pola Hidup Tak Sehat, Biang Kerok Tingginya Diabetes di Yogyakarta
-
Dinyatakan Lolos Tes Kesehatan, Tiga Bakal Paslon di Pilkada Kota Yogyakarta Masih Diminta Perbaiki Berkas Pencalonan
-
Tak Kuasa Tahan Rindu Ketemu Istri, Manusia Silver Serahkan Diri ke Satpol PP Minta Ditangkap
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda