SuaraJogja.id - Pemerhati fesyen Dewi Utari mengatakan dalam memberi sentuhan gaya pada anak perlu kreativitas orang tua dalam padu padan pakaian.
"Ketika beli satu bisa dipakai macam-macam, kalau bermain fesyen untuk anak-anak bisa lebih kreatif," kata Dewi dalam acara pembukaan toko flagship Boss Kids Wear dan Kenzo Kids di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu.
Untuk fesyen anak laki-laki, Dewi mengatakan di udara Jakarta dan sekitarnya yang cenderung panas, anak bisa memakai t-shirt, track suit dan celana untuk tampilan lebih sporty.
T-shirt juga bisa dipadukan dengan celana panjang denim untuk lebih kasual, atau diganti kemeja dan denim untuk tampilan lebih formal.
Untuk perempuan, overall atau terusan model rok bisa dikenakan untuk acara santai dan tidak ingin 'ribet'. Overall bisa dipadukan dengan dalaman kaos atau kemeja yang lebih formal.
"Polo shirt dress juga bisa buat main, sangat simple, mudah tinggal tambah sepatu atau sepatu sandal, kalau formal dress ruffle bisa pakai sepatu putih atau boots untuk lebih playful," katanya.
Jika berpergian ke luar negeri dengan udara lebih dingin, anak bisa dipakaikan lengan panjang dengan jaket seperti varsity atau sweater.
Selain tampilan kasual dan sporty, gaya elegan juga bisa diterapkan pada anak dengan pilihan warna yang tepat
"Warna krem yang dipadukan warna gelap di dalam jadi lebih elegan, pakai denim, t-shirt gelap dan jaket,kalau di Jakarta panas bisa t-shirt dan denim, jumper, bisa elegan," ucap Dewi.
Baca Juga: Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Sejauh 1.300 Meter, Kubah Lava Berubah Bentuk
Warna hitam dan putih bisa jadi pilihan untuk segala jenis acara, baik formal maupun smart kasual hingga sporty.
Dewi juga menyarankan untuk membeli pakaian untuk anak dengan melihat bahan. Disarankan juga membeli langsung agar merasakan sendiri tekstur dari pakaian yang akan dikenakan anak. Pastikan tidak panas atau gatal saat dipakai.
Berita Terkait
-
Merapi Bergemuruh, 1.000 Lebih Gempa Guguran Terjadi dalam Sepekan
-
Hukuman Fisik Bukan Cara Tepat Mengubah Perilaku Anak, Begini Solusi yang Bijak
-
Waspada, Suhu Panas di Gunungkidul Capai 34 Derajat, Ini Penjelasan BMKG
-
Bukan Klitih, Ini Fakta di Balik Penangkapan Sekelompok Remaja di Selokan Mataram
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga