Dia menjelaskan, jika dilihat dari sisi proses stalagtit dan stalagmit di goa ditemukan itu masih aktif maka di atasnya bisa dipastikan adanya tetesan air juga masih aktif. Sehingga pembentukannya stalagtit dan stalagmit juga aktif. Dan menurut dia goa yang baru ditemukan ini termasuk lengkap karena ada stalagtit dan stalagmit yang berbentuk show dastrow atau mirip dengan sedotan.
Namun untuk memastikan usia dan jenis bebatuan di dalamnya tersebut maka dia mendukung kebijakan pemerintah setempat yang memutuskan untuk menutup sementara mulut goa tersebut. Karena memang perlu penelitian lebih lanjut berkaitan dengan keberadaan goa itu.
"Tentunya kalau yang perlu diperhatikan ini sudah baik oleh pemda ditutup kami akan melakukan pemetaan apakah goa yang ditemukan tidak terkoneksi jaringan goa yang lain," tambahnya.
Menurutnya, pembentukan goa terjadi karena berbagai macam faktor. Di antaranya ada yang karena sepanjang sungai tersimpul. Di mana ada sungai permukaan yang masuk ke dalam tanah dan biasanya saling terkoneksi.
Namun ada juga goa yang terbentuk di dekat muka air tanah dan biasanya belum tentu terkoneksi dengan yang lain. Eko menyebut biasanya goa yang terbentuk ada rongga atau chamber (ruangan). Goa ini biasanya terkontrol oleh struktur bisa kekar ataupun cesar (patahan bumi).
"Goa ini terkontsentrasi larutannya di sana tetapi lebih dekat muka air tanah. Tetapi untuk memastikannya nanti akan kita cek apakah terkoneksi dengan sistem pergoaan yang lainnya," ujarnya.
Hanya saja dia mengingatkan, karena berada di proyek JJLS tentu harus dilakukan kajian dengan menggunakan metode geofisika. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah di sekitar goa yang ditemukan ada rongga atau tidak.
Rongga-rongga ini nantinya tentu bakal membahayakan jika kemudian di atasnya dibangun struktur jalan. Dan jika goa itu terkoneksi maka hal itu perlu diketahui agar jalannya tidak amblas ketika dilalui kendaraan berat.
"Jadi itu yang perlu dipastikan apakah ada rongga atau tidak," kata dia.
Baca Juga: Warga Geger Temukan Goa Berstalagmit Aktif di Gunungkidul, Begini Penampakannya
Karena berada di proyek JJLS, maka dia menyarankan agar lebih baik di segmen yang ada di sekitar goa dilakukan penelitian dengan metode geofisika yang gunanya untuk mengetahui apakah ada lorong goa di goa sekitar itu.
Sehingga jika tidak ada lorong maka tidak perlu dibelokkan. Namun meskipun ada lorong goa, ruas JJLS tidak perlu dibelokkan karena bisa diatasi dengan struktur bangunan JJLS. Seperti yang dilakan daerah Timur Indonesia di mana ada pembangunan landasan pacu yang di bawahnya ada goa tetapi tetap dibangun.
"Caranya dengan konstruksi yang didesain melindungi goa," tambahnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan untuk sementara pihaknya melakukan penutupan akses goa. Karena mereka khawatir berkaitan dengan kelaikan goa tersebut.
"Kalau banyak orang masuk dan sebagainya terjadi hal yang tidak diinginkan kan resiko semua," tegasnya.
Harry menambahkan karena merupakan kawasan karst maka di gunungkidul itu bebatuanya berupa batu gamping atau kapur. Jenis batu seperti ini membuat tanahnya menjadi rapuh sehingga potensi rontok atau roboh dan sebagainya bisa terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Pesan Sri Sultan HB X di JBBA 2026, Bisnis Dibangun dengan Hati dan Kepercayaan