"Mulanya kan dipakai buat budidaya ikan hias lalu bergeser untuk budidaya ikan lokal terutama yang jenisnya banyak di wilayah hilir atau di Selatan tempat kami ini. Jenis yang kami budidayakan ada wader abang, wader pari, wader cangkul hingga cupang jenis lokal. Ini tidak dijual hanya khusus untuk edukasi," urainya.
"Jadi SFF Edu ini khusus untuk edukasi serta konservasi yang meliputi mengidentifikasi ikan lokal dan jenis ikan invasif, cara menangkap hingga membudidayakan yang benar. Termasuk juga belajar terkait melepasliarkannya supaya tak mengganggu habitat lain yang sudah ada di sungai tersebut," jelasnya.
Melalui SFF Edu, Suryanto pun membuka kerja sama terutama dengan sekolah-sekolah di sekitar Lendah untuk mengenalkan ikan lokal hingga belajar melestarikan lingkungan sungai.
Ia mengaku sengaja membuka ruang edukasi untuk generasi muda lantaran masih mudah untuk diberikan pengetahuan dan mereka merupakan penerus yang kelak punya tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungannya.
Baca Juga: Kulon Progo Membentuk Tim Revitalisasi Pendidikan untuk serap Tenaga Kerja
"Selama ini yang saya sasar sih dari sekolah, terutama dari TK sampai mahasiswa. Keberadaan ikan lokal ini kan aset penting, dan generasi muda punya andil besar untuk menjaga keberlangsungannya di masa mendatang," katanya.
Berkelanjutan
Guru MTS Darul Ulum Muhammadiyah Galur Nur Sita Hamzati mengungkapkan, sekolahnya merupakan salah satu yang bekerja sama dengan SFF Edu milik Suryanto sejak lima tahun terakhir.
Kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari program madrasah tentang studi peminatan, dimana salah satunya ada peminatan kelas sains.
"Jadi di sekolah kami ada 4 program peminatan, diantaranya ada kelas sains. Dan salah satu materinya adalah praktik lapangan. Nah kalau dengan mas Suryanto kami sudah kerja sama sejak lima tahun terakhir," terangnya pengampu program sains di MTS Darul Ulum Muhammadiyah Galur tersebut ketika dihubungi suarajogja.id, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga: BPBD Kulon Progo Ajukan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Kekeringan
Sita menerangkan lewat kerja sama dengan SFF Edu, para siswanya yang tergabung di kelas sains diberi pengenalan mengenai jenis ikan lokal yang ada di sekitar lingkungannya. Selain itu para siswa juga diberi pengetahuan mengenai bagaimana membudidayakannya hingga menjaganya agar lestari ketika telah dilepasliarkan.
Berita Terkait
-
Mobil China Masuk Indonesia, Bos Toyota-Astra Motor: Persaingannya Semakin Brutal
-
Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!
-
Isuzu Mudik Gratis Berangkatkan Ratusan Sopir dan Mekanik Kendaraan Komersial ke Kampung Halaman
-
AHM Bawa 2.572 Konsumen Mudik Lebaran
-
Toyota Sebar Posko Siaga di 15 Titik Kawal Momen Mudik Lebaran 2025
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik