Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Jum'at, 18 Oktober 2024 | 11:17 WIB
Kolase foto Suryanto berlatar papan ajakan melestarikan lingkungan dan ketika melakukan edukasi ikan lokal bersama para pelajar TK di Padukuhan Carikan, Kelurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo. [Suarajogja/Galih Priatmojo]

Upaya Suryanto melalui Padas untuk melestarikan lingkungan di sekitarnya belakangan mendapat perhatian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY.

Kelompok Padas yang dirintisnya diresmikan oleh DKP DIY sebagai Pokmaswas atau Kelompok Masyarakat Pengawas.

Kelompok ini, terang Suryanto juga telah didirikan di kapanewon lainnya di wilayah Kulon Progo. Tugasnya menjaga kelestarian lingkungan terutama sungai di masing-masing wilayahnya.

"Kami diresmikan sebagai Pokmaswas pada 2019," ujarnya.

Baca Juga: Kulon Progo Membentuk Tim Revitalisasi Pendidikan untuk serap Tenaga Kerja

Melalui Pokmaswas pula, Suryanto terlibat dalam sejumlah pameran terkait sosialisasi ikan lokal hingga kemudian menerbitkan buku yang merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Pendidikan bertajuk "Jaga Kaliku".

"Proyek buku ini melibatkan semua Pokmaswas di Kulon Progo yang isinya mengenai jenis-jenis ikan lokal di masing-masing kapanewon," jelasnya.

Lebih dari itu, atas dedikasinya melestarikan lingkungan, Suryanto pada 2021 mendapatkan penghargaan Kalpataru tingkat DIY dalam kategori Perintis Lingkungan sebagai juara 1.

Merangkul Generasi Muda

Di samping mengkampanyekan pelestarian lingkungan sungai lewat komunitas dan pameran bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, secara mandiri, Suryanto juga menyediakan ruang khusus di pendopo SFF Edu yang telah dirintisnya.

Baca Juga: BPBD Kulon Progo Ajukan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Kekeringan

SFF Edu yang semula dipakai sebagai edukasi ikan hias bergeser sebagai sarana pendidikan dan pameran mengenai ikan lokal yang ada di wilayah Lendah khususnya.

Load More