Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Jum'at, 18 Oktober 2024 | 11:17 WIB
Kolase foto Suryanto berlatar papan ajakan melestarikan lingkungan dan ketika melakukan edukasi ikan lokal bersama para pelajar TK di Padukuhan Carikan, Kelurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo. [Suarajogja/Galih Priatmojo]

"Ya ada mas, lah itu baru semalam dipasang papan peringatannya sudah tiga yang dirusak," katanya.

Walau begitu, lanjut Suryanto, upayanya bersama warga Carikan melestarikan sungai tetap berlanjut.

Hasilnya pun cukup menggembirakan. Lewat edukasi dan papan peringatan yang dipasang, membuat aktivitas mengambil ikan menggunakan alat setrum berkurang, bahkan saat ini sudah lenyap.

Membentuk Padas

Baca Juga: Kulon Progo Membentuk Tim Revitalisasi Pendidikan untuk serap Tenaga Kerja

Di tahun 2018, Suryanto dipertemukan dengan komunitas pelestari lingkungan air yakni Wild Water Indonesia di jejaring Facebook.

Melalui komunitas tersebut, Suryanto banyak mendapatkan pandangan-pandangan mengenai upaya melestarikan lingkungan, terutama wilayah sungai.

Sebagai langkah tindak lanjut, di tahun yang sama, Suryanto membentuk sebuah kelompok yang lebih fokus dalam gerakan pelestarian bernama Komunitas Padas yakni akronim dari Pelestari Alam dan Satwa. Anggota Padas ada sebanyak 28 orang yang terdiri dari pemuda dan warga di kampungnya.

Melalui Padas, Suryanto makin gencar mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian sungai.

"Komunitasnya waktu itu diketuai Pak Sanusi. Kami rutin menggelar patroli di sepanjang sungai mulai dari pukul 00.00 WIB. Waktu masih banyak aktivitas nyetrum itu setiap malam kami keliling. Tapi setelah berkurang, kami seminggu bisa tiga kali lakukan patroli," ungkapnya.

Baca Juga: BPBD Kulon Progo Ajukan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Kekeringan

Mendapat Apresiasi

Load More