SuaraJogja.id - Kapolresta Yogyakarta, Kombes Aditya Surya Darma mengungkap kronologi kejadian penganiayaan dan penusukan di simpang empat perempatan Jalan Parangtritis-Prawirotaman, Kota Jogja. Terdapat tiga laporan polisi atas kejadian ini.
"Ini berdasarkan dari tiga LP dan dua peristiwa, di mana satu peristiwa Rabu dini hari itu memunculkan dua LP. Kemudian diikuti oleh Rabu malam itu satu LP," kata Aditya saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (29/10/2024).
Peristiwa itu bermula saat pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 pukul 20.00 WIB terdapat saksi yang tengah nongkrong di sebuah kafe. Kemudian Rabu 23 Oktober 2024 sekira pukul 01.30 WIB dini hari datang seorang pelaku berinisial E (29) bersama teman-temannya sekitar 15 orang.
Namun rombongan tersebut tak jadi singgah di kafe tersebut melainkan ke sebuah gerai toko minuman beralkohol. Kemudian ada orang lain yang mendatangi E hingga terjadi cekcok dan terjadi penganiayaan.
Kemudian terjadi lagi penganiayaan kepada saksi lain pada pukul 02.30 WIB. Selanjutnya di TKP kedua di simpang empat perempatan Jalan Parangtritis-Prawirotaman, Kota Jogja pada Rabu 23 Oktober 2024 sekira 21.00 WIB.
Saat itu dua korban yang merupakan santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir sedang tidak ada kegiatan. Sehingga mereka memutuskan untuk mencari makan di TKP.
Sekitar Pukul 21.20 WIB, ketika kedua korban sudah selesai memakan sate di TKP tersebut tiba-tiba ada suara seperti gelas atau botol pecah dijalan. Selanjutnya korban dikeroyok oleh segerombolan orang yang tidak dikenal.
Pengeroyokan itu menggunakan alat berupa benda tumpul yaitu balok kayu, helm, dan pemukulan menggunakan tangan kosong. Ada pula pelaku yang menendangi korban.
"Ada yang bilang 'ini orangnya, ini orangnya' dan ada yang bilang 'bunuh-bunuh'. Korban tidak mengetahui kenapa para pelaku melakukan aksinya," ucap dia.
Baca Juga: Pelaku Penusukan Santri di Simpang Parangtritis Ditangkap, Sebanyak 7 Orang Diamankan
Akibat peristiwa itu dua korban mengalami luka memar dibagian kepala dan patah tulang ibu jari bagian kanan untuk korban MAM. Sedangkan korban SF terkena penusukan menggunakan senjata tajam.
Korban MAM dapat menyelamatkan diri dan dibantu diantar ke Pondok Pesantren Al Munawwir. Kemudian korban diantar ke rumah sakit oleh masyarakat.
Tujuh pelaku yang diamankan itu adalah VL (41), NH Alias E (29), F alias I (27), J (26), Y (23), T (25), dan R Alias C (43). Polisi belum dapat memastikan siapa dari tujuh pelaku itu yang melakukan penusukan kepada santri.
"R atau C ini lah yang tadi melakukan provokasi kepada teman-temannya menindaklanjuti kejadian Rabu itu menyiapkan minuman dan membuat, bisa dikatakan ini adalah otaknya dan lainnya eksekutor," tandasnya.
Pasalnya, Aditya bilang bahwa dua korban yang merupakan santri itu tidak mengetahui atau ada kaitannya dengan para pelaku. Korban hanya kebetulan saja makan sate di lokasi kejadian saat itu.
"Motifnya masih kami dalami apakah ini memang spontan pengaruh setelah mereka minum-minum atau mungkin ada motif-motif lain masih kita dalami. Ini masih terlalu dini karena masih dalam tahap pemeriksaan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Pemulihan Aceh Pascabencana Dipercepat, BRI Terlibat Aktif Bangun Rumah Huntara
-
Optimisme BRI Hadapi 2026: Transformasi dan Strategi Jangka Panjang Kian Matang
-
Tanpa Kembang Api, Ribuan Orang Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama di Candi Prambanan
-
Gudeg Tiga Porsi Seharga Rp85 Ribu di Malioboro Viral, Ini Kata Pemkot Jogja
-
Pariwisata Melonjak saat Nataru, Sosiolog UGM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Ramainya Yogyakarta