SuaraJogja.id - Ramai di media sosial influencer sekaligus YouTuber bernama Ferry Irwandi diancam dengan santet karena menantang orang yang mengaku dukun beberapa waktu lalu.
Bahkan Ferry dihubungi langsung oleh orang yang mengaku sebagai dukun itu melalui pesan Whatsapp. Tak tanggung-tanggung jika dukun tersebut berhasil menyantetnya, Ferry akan memberikan satu buah mobil Alphard.
Dalam unggahan yang dibagikan Ferry, dukun tersebut bernama Surasa Wijaya. Bahkan dukun tersebut mengaku berasal dari Yogyakarta.
"Tolong disiapkan kesepakatannya ya bos terkait Alphardnya. Di sini saya tidak berniat menyakiti Anda ya boss, karena Anda sendiri yang menantang atau meminta karena membutuhkan pembuktian," tulis si dukun dari percakapan yang dibagikan di Instagram @irwandiferry, dikutip Jumat (8/11/2024).
Dukun tersebut mengatakan Ferry akan mengalami perut membengkak dan menggelembung, termasuk kaki yang berujung pada kelumpuhan saat santet itu datang. Ferry disuruh berhati-hati bahwa kondisi tersebut akan ia rasakan pada Jumat pukul 00.00 WIB.
"Jika nanti mengalami hal itu, itu spesifikasi saya yang membuat. Atas izin Allah pastinya, oke boskuh. Salam kenal Surasa Wijana Yogyakarta," tulis pesan dukun yang menyematkan lokasi ia berada.
Ancaman tersebut dijawab Ferry dengan membuat live streaming di akun YouTube miliknya. Ia mengajak netizen melihat detik-detik ia disantet oleh dukun dengan kondisi badan yang dijelaskan melalui percakapan.
Namun hingga menjelang pagi, hal itu tidak terjadi. Bahkan nama Ferry Irwandi trending di X dan beberapa media sosial ikut menyoroti ancaman si dukun.
Bukannya terkena santet, Ferry justru menerima gift dari netizen yang menonton live streaming YouTube-nya sebesar Rp36 juta.
Baca Juga: Diminta Tak Tergesa-gesa, DPRD Kota Jogja Minta Wacana Buang Sampah Berbayar Dikaji Lagi
Tak sedikit netizen yang ramai-ramai mengomentari ancaman dukun yang gagal. Termasuk beberapa influencer kesehatan yang ikut mermaikan unggahan Ferry di Instagram.
"Alibi dukun: wah ini gagal disantet karena banyak yang nonton dan ngedoain yang baik-baik jadi kehalang ilmu saya," tulis akun @ariftr***.
"Perung nggelembung, kaki nggelembung. Berarti santetnya adalah sumbatan di vena porta hepatica. Jadi disumbat sehingga terjadi ascites dan aliran darah di kaki terblokade. Wwkwkwk berarti sang dukun mau ngirim barang segede bola pingpong, ini gimana caranya," jelas @dr.tirta.
Terlepas dari ancaman yang diterima Ferry Irwandi, belum diketahui siapa sosok dukun Surasa Wijana asal Jogja tersebut. Ditelusuri melalui mesin pencarian, nama Surasa Wijana memang muncul. Namun tidak mengarah sebagai seorang dukun.
Untuk diketahui, Ferry kerap membagikan pandangan terkait isu perekonomian, termasuk politik dan juga hal-hal mistis yang ia jabarkan secara ilmu ilmiah di media sosialnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah
-
Kinerja Semester I Lampaui Ekspektasi, Saham BBRI Direkomendasikan Buy oleh Analis
-
Duh! 9.216 Keluarga di Bantul Kehilangan Bansos karena Terindikasi Judol
-
Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
-
Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas