- Dinsos Bantul mencatat 9.216 keluarga kehilangan bansos akibat keterlibatan anggota keluarga dalam judi online sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Penghentian bantuan terjadi secara otomatis berdasarkan pencocokan NIK dalam satu Kartu Keluarga dengan data transaksi dari PPATK.
- Masyarakat yang merasa tidak terlibat diberi kesempatan mengajukan surat sanggah untuk pemulihan status penerima bantuan melalui Kementerian Sosial.
SuaraJogja.id - Judi online tak hanya menguras uang pelakunya. Di Kabupaten Bantul, kebiasaan bermain judi online bahkan berujung pada terhentinya bantuan sosial yang diterima keluarga.
Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat 9.216 keluarga penerima manfaat (KPM) dihentikan sebagai penerima bansos setelah terindikasi memiliki anggota keluarga yang terlibat aktivitas judi online.
Data tersebut merupakan akumulasi temuan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kepala Seksi Pengelolaan Bansos dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul, Jazim Ahmadi, mengatakan penghentian bantuan dilakukan berdasarkan hasil pencocokan data kependudukan dengan penelusuran transaksi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Cut off data terakhir bulan ini, ada sekitar 9.216 yang merupakan data akumulasi dari bulan sebelumnya,” ujar Jazim di Bantul, dikutip dari ANTARA Kamis (3/9/2026).
Yang membuat persoalan ini semakin serius, indikasi judi online tidak selalu berasal dari kepala keluarga atau penerima bansos secara langsung.
Menurut Jazim, sistem melakukan identifikasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ketika terdapat anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang terindikasi terlibat judi online, bantuan keluarga tersebut otomatis dihentikan.
“Jadi memang NIK dalam satu KK itu ada yang terlibat judol, otomatis bantuannya berhenti,” katanya.
Anak Diam-Diam Main Judol, Bansos Keluarga Ikut Berhenti
Fenomena tersebut mulai terlihat dari aduan masyarakat yang datang ke Dinsos Bantul.
Baca Juga: Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
Jazim mengatakan sejumlah KPM yang mempertanyakan penghentian bansos justru mengakui bahwa terdapat anggota keluarga mereka yang bermain judi online secara diam-diam.
“Kebanyakan yang datang ke sini memang mengakui ada salah satu anggota keluarganya yang bermain judi online,” ujarnya.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana persoalan judi online dapat menjalar ke tingkat keluarga. Keputusan satu anggota keluarga untuk terlibat judol berpotensi berdampak terhadap bantuan yang diterima seluruh anggota keluarga dalam satu KK.
Temuan KPM yang terkena dampak tersebut juga tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. Dinsos Bantul menyebut indikasi serupa ditemukan hampir di seluruh kapanewon di Kabupaten Bantul.
Wilayah dengan jumlah temuan terbanyak berada di Kapanewon Kasihan.
Masih Bisa Mengajukan Sanggah
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan
-
Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!
-
Mobil Wisatawan Nyaris Dirampas Debt Collector di Jogja, Polisi Ungkap Pangkal Masalah