SuaraJogja.id - Aksi pemukulan yang dilakukan oleh pengemudi mobil kepada pemotor di wilayah Demangan, Kota Yogyakarta berakhir damai. Hal ini setelah korban bersepakat tidak melanjutkan kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Probo Satrio mengatakan pengemudi mobil dan satu orang yang ikut di dalam mobil itu telah dimintai keterangan. Namun korban memutuskan untuk berdamai setelah berkomunikasi dengan orang tua.
"Korban menghubungi orang tua dan dari petunjuk orang tua korban disuruh memaafkan, akhirnya terjadi perdamaian antara mereka saling memaafkan," kata Probo kepada awak media, Senin (11/11/2024).
Disampaikan Probo, korban sempat memeriksakan diri ke rumah sakit dan melaporkan ke polisi usai pemukulan itu. Namun setelah diskusi dengan keluarga korban sepakat membuat perjanjian perdamaian.
"Tindak pidana tipiring mau kita lanjutkan tapi korban tidak mau. Pelaku membiayai pengobatan terhadap korban. Iya [ganti rugi] tapi nominal antara pelaku dan korban yang tahu," ungkapnya.
Pelaku tidak dilakukan penahanan usai kasus ini masuk tindak pidana ringan dan syarat-syarat penahanan tidak terpenuhi termasuk syarat objektif dan subjektif.
Emosi Mau Lomba Burung
Probo mengatakan bahwa kasus itu bermula saat pengemudi mobil berpapasan dengan pemotor di tikungan wilayah Demangan. Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor hendak bersenggolan dengan mobil Daihatsu Alya silver.
Pelaku yang diketahui merupakan pengemudi mobil tersebut tak terima dan memutuskan turun dari mobil. Hingga kemudian terjadi peristiwa pemukulan tersebut yang terekam CCTV.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Lelang 86 Unit Kendaraan Dinas, Cek Daftar dan Jadwalnya
"Alasannya kaget karena dia dari rumah mau ikut lomba burung. Jadi di dalam mobil itu ada burungnya. Kemudian dia ngerem mendadak ya emosi lah langsung mukul korban," ungkapnya.
"Iya karena dia mau lomba burung to kan dia ngerem mendadak itu, nah di dalam itu kan ada burungnya, nah itu alasannya. Takut stres [burungnya]," imbuh dia.
Saat ini polisi masih menyita kendaraan pelaku untuk melakukan pendalaman. Terkait dengan informasi kendaraan yang disebut sudah menunggak pajak beberapa tahun, Probo mengungkapkan akan berkoordinasi dengan Satlantas.
"Terkait dengan kendaraan, karena itu pajaknya terlambat enam tahun kita koordinasi dengan lalu lintas Satlantas, kami pastikan dulu bahwa kendaraan itu asal usulnya jelas. Setelah kalau memang itu terlambat karena pajaknya aja kami akan menyerahkan penangannya ke Satlantas," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor