SuaraJogja.id - Polisi masih mendalami kasus keracunan massal yang menimpa warga di Padukuhan Krasakan, Kapanewon Tempel dan Padukuhan Sanggrahan, Mlati, Sleman. Setidaknya delapan saksi yang sudah diperiksa.
Kapolresta Sleman, Kombes Edy Setianto Erning Wibowo menuturkan delapan saksi yang diperiksa itu mulai dari penyedia atau pembuat siomay yang diduga menjadi penyebab keracunan pun telah diperiksa hingga beberapa warga yang sudah sehat.
"Sudah, sudah [penyedia siomay diperiksa]. Semua penyelenggara sudah kita periksa. Kemudian penyedia makanan juga kita periksa. Termasuk ada beberapa korban yang sudah sehat, kita periksa," kata Edy kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Edy mengungkap bahwa penyedia siomay itu membuat tiga pesanan pada Sabtu (8/2/2025) kemarin. Dari tiga lokasi itu, hingga sekarang ada dua lokasi yakni di Tempel dan Mlati yang dilaporkan ada kasus keracunan.
"Dia membuat pada saat itu, hari itu juga dia ada tiga pesanan," tandasnya.
Selain itu, Edy bilang, penyedia bahan baku pun berpotensi untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil lab untuk memastikan berbagai kemungkinan tersebut.
"Ya, kita kembangkan semua dari mana asalnya, kemudian apakah itu penyebabnya, apa expired atau apa, kita nanti menunggu hasilnya," ujarnya.
Berdasarkan data hingga Senin (10/2/2025) kemarin pukul 14.34 WIB kasus keracunan massal di Padukuhan Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman korban mencapai 160 warga. Dengan warga yang diopname sebanyak 39 orang dan observasi 10 orang.
Sementara dari hingga Senin (10/2/2025) pada pukul 09.50 WIB untuk Padukuhan Sanggrahan ada 36 orang yang mengalami gejala keracunan. Sebanyak 36 warga itu mengalami sejumlah gejala. Mulai dari mual, diare, nyeri sendi hingga lemas.
Baca Juga: Ratusan Warga di Sleman Keracunan Makanan, Dinkes DIY Desak Sertifikasi Katering
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi