SuaraJogja.id - Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan terkait jam belajar dan kegiatan sekolah selama bulan Ramadan 1446 H/2025 M yang akan berlangsung mulai 1 Maret 2025. Alih-alih libur selama sebulan penuh seperti wacana sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen) mengeluarkan Surat Edaran Bersama (SEB) yang ditandatangani oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
"SEB ini menjadi panduan bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk mengatur proses pembelajaran selama bulan suci," papar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman di Yogyakarta, Senin (24/2/2025).
Suhirman menjelaskan, sesuai SEB maka tahapan pembelajaran selama Ramadan telah diatur secara rinci. Pada 27–28 Februari 2025 dan 3–5 Maret 2025, pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan masyarakat sesuai penugasan sekolah.
Dilanjutkan pada 6–25 Maret 2025, siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah atau madrasah. Selama kurun waktu tersebut, sekolah bisa memberikan aktivitas tambahan yang memperkaya aspek keagamaan dan penguatan karakter.
Menjelang Idulfitri, sekolah akan meliburkan siswa pada 26–28 Maret 2025 serta 2–8 April 2025. Setelah itu, kegiatan pembelajaran kembali berjalan normal mulai 9 April 2025.
"Dengan harapan waktu libur ini dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan," ujarnya.
Selama Ramadan, durasi belajar di sekolah dikurangi 10 menit per matapelajaran (mapel). Kalau biasanya satu jam pelajaran dilaksanakan selama 45 menit, maka selama Ramadan dikurangi menjadi 35 menit.
Waktu yang dikurangi akan dimanfaatkan untuk pembinaan akhlak mulia, penguatan kepemimpinan, dan peningkatan ibadah, baik di sekolah maupun di rumah.
"Kami harap kebijakan ini dapat mulai diterapkan sejak awal masuk sekolah di bulan Ramadan," jelasnya.
Baca Juga: Heboh Tunggakan SPP Rp14,8 Juta, Pihak Sekolah Bantah Usir Siswa SMK di Sleman
Suhirman menambahkan, Selama Ramadan, siswa diminta mengikuti kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Untuk siswa yang beragama Islam, mereka bisa mengikuti tadarus Alquran, pesantren kilat dan kajian keislaman.
Sedangkan siswa yang beragam lain bisa mengikuti bimbingan rohani atau aktivitas keagamaan lain yang relevan. Nantinya waktu pulang sekolah akan lebih awal agar siswa bisa melanjutkan ibadah di rumah.
"Program penguatan karakter seperti kegiatan sosial dan kepemimpinan juga menjadi fokus utama," jelasnya.
Sementara terkait Program Makan Bersama Gratis (MBG), Suhirman menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan format program karena selama berpuasa, makan siang ditiadakan.
"Keputusan lebih lanjut akan segera diinformasikan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir