SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, menjamin pasokan LPG bersubsidi tetap aman sepanjang tahun 2025 dengan alokasi mencapai 19.069 tabung. Dengan demikian jelang Ramadan stok gas melon ini dipastikan tersedia.
Menurut Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kulon Progo, Endang Zulywanti, hingga saat ini Hiswana dan Paguyuban Pangkalan LPG bersubsidi di Kulon Progo belum mengajukan permohonan penambahan kuota fakultatif untuk menghadapi Ramadan 2025.
"Saat ini distribusi dan alokasi LPG di Kulon Progo dalam kondisi aman. Biasanya ada permintaan tambahan kuota, tetapi hingga sekarang belum ada pengajuan resmi," ujar Endang, dikutip Kamis (27/2/2025).
Meski stok LPG 3 kg di Kulon Progo relatif aman, Endang mengakui ada beberapa pangkalan yang mengalami keterlambatan pasokan, sehingga menyebabkan kelangkaan di beberapa titik.
"Kendala ini terjadi karena pasokan LPG bersubsidi yang berasal dari Semarang dan Cilacap mengalami gangguan akibat faktor cuaca dan perbaikan kilang. Hal ini berdampak pada distribusi ke wilayah Kulon Progo," jelasnya.
Selain itu, hasil pemantauan juga menemukan beberapa pangkalan menjual LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Petugas telah memberikan teguran kepada pihak terkait agar harga tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sidak yang dilakukan terhadap sektor usaha menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha telah mematuhi regulasi dengan menggunakan LPG non-subsidi. Namun, masih ditemukan beberapa restoran yang menggunakan LPG bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro.
"Dinas Perdagangan Kulon Progo bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY akan terus melakukan pemantauan serta edukasi kepada pelaku usaha agar penggunaan LPG bersubsidi sesuai dengan ketentuan," tegas Endang.
Endang juga mengakui bahwa harga LPG bersubsidi di tingkat pengecer cenderung lebih tinggi dibandingkan HET resmi. Faktor geografis menjadi salah satu penyebab perbedaan harga di beberapa daerah.
Baca Juga: Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Proyek Bandara YIA di Sindutan Kulon Progo Ditahan
"Di pangkalan, harga LPG 3 kg sesuai HET, yakni Rp18 ribu. Namun, di pengecer bisa lebih tinggi karena ada biaya tambahan seperti transportasi," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah terus mengimbau agar pengecer mengambil keuntungan dalam batas wajar guna memastikan ketersediaan LPG bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC