SuaraJogja.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta telah menambah tiga unit insinerator baru di Piyungan, Bantul. Ahmad Haryoko, Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, menyebut bahwa tambahan insinerator ini meningkatkan jumlah total menjadi lima unit. Ia mengonfirmasi bahwa insinerator baru ini ditargetkan siap digunakan pada bulan April.
Menurut Haryoko, keterbatasan kapasitas pengolahan sampah di hilir menjadi kendala utama.
"Oleh karena itu, DLH berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat hilir," ujar dia dikutip dari Harianjogja.com, Kamis (27/2/2025).
Dengan kepemimpinan baru Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, upaya edukasi masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri semakin digencarkan. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga: Gunungkidul Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar Semen, TPAS Wukirsari Diperbarui Fungsinya
"Bapak ngersakke [berharap] masyarakat juga bisa mengelola sampahnya secara mandiri," ujar dia.
Hasto Wardoyo sudah berkomitmen untuk mengoptimalkan pengolahan sampah di hilir. Ia menyebut bahwa timbunan sampah di depo-depo sudah mencapai lebih dari 1.600 ton. Pemerintah Kota Jogja berusaha untuk mengolah hingga 230 ton sampah per hari.
Hasto juga berupaya menumbuhkan budaya peduli sampah dalam 100 hari kepemimpinannya. Ia menyadari bahwa perubahan perilaku membutuhkan regulasi yang panjang, namun optimis bahwa langkah-langkah awal dapat terlihat dalam 100 hari.
"Untuk merubah perilakunya butuh regulasi yang panjang. Untuk merubah yang kasat mata bisa 100 hari meskipun belum 100 persen," kata Hasto.
Baca Juga: Antisipasi Jual Beli Bangku, Mendikdasmen Larang Sekolah Negeri Gelar PPDB Gelombang Kedua
Berita Terkait
-
Inovasi Ini Mengubah Limbah Menjadi Jalan yang Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan
-
Menteri LH Jelaskan Konsep Pulau Sampah: Bukan untuk Menimbun, Tapi...
-
Mulai Bulan Depan, Pelaku Bisnis-Industri di Jakarta Bakal Kena Retribusi Sampah: Berapa Bulanannya?
-
Belum Ada Sebulan, Sungai Citarum Lama Kembali Jadi Lautan Sampah
-
Pemain PSIM Yogyakarta Disanjung Ragnar Oratmangoen Usai Juara Liga 2: Legenda Baru!
Terpopuler
- Kamar Inap Hotman Paris di RS Singapura Capai Rp 190 Juta Per Malam: Tapi Semua Tak Ada Arti, Sepi di Hati!
- CEK FAKTA: Tudingan Mie Gacoan Disegel karena Mengandung Minyak Babi, Benarkah?
- Lihat Postingan Hotman Paris Dirawat di RS Singapura, Razman Arif Nasution Teringat Mendiang Alvin Lim
- Hasto Ajukan Penangguhan Penahanan, Ketua KPK: Dikabulkan atau Tidak, Itu Kewenangan Penyidik
- Dokter Oky Pratama Sempat Pinjam HP ke Penyidik, Pihak Reza Gladys Khawatir Ada Barbuk yang Dihilangkan
Pilihan
-
Hashim Ajak Investor Kawakan Gabung Danantara
-
Skandal Teras Samarinda: Pekerja Tak Digaji, Anggaran Rp 36,9 Miliar Diduga Bermasalah
-
Tolak Timnas Indonesia, Media Inggris: Elkan Baggott Berharap...
-
PSSI Bangun Stadion Mini 5.000 Penonton di IKN, Target Rampung Setelah TC Tahap 1
-
Biaya Haji Embarkasi Balikpapan Rp 57 Juta, Pelunasan Berlangsung Hingga Maret
Terkini
-
Jogja Tambah Tiga Insinerator Baru untuk Tanggulangi Sampah, Target Dioperasikan April 2025
-
Kejagung Usut Manipulasi di Pertamina Patra Niaga, Mahfud MD: Ini Bukti Pemerintah Serius Berantas Korupsi
-
Diberlakukan Satu Arah Tiap Pagi dan Sore, Plengkung Gading Bakal Ditutup
-
Jelang Ramadan, Pemkab Bantul Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
-
KPU Sebut DIY Peringkat Pertama Terkait Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu