SuaraJogja.id - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyiagakan 190 personel Jogomaton untuk berjaga di kawasan Tugu, Malioboro dan Kraton (Gumaton) selama libur Lebaran 2025. Selain mengawasi parkir liar di kawasan itu, pedagang liar atau pengamen pun bakal menjadi perhatian.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menuturkan ratusan personel Jogomaton itu dibagi dalam tiga sif operasi. Selain itu, pihaknya turut memasang 18 titik CCTV di sepanjang Malioboro.
"Ada 190 Jogo maton nanti tiga sif untuk setiap pengaduan harian yang ada di sepanjang Tugu, Malioboro, Kraton. Ada juga 18 titik cctv di sepanjang Malioboro. Nanti penyisiran tiga jam sekali," kata Yetti, Senin (24/3/2025).
Disampaikan Yetti, tak jarang ada taksi online yang kemudian berhenti di Jalan Malioboro dan membuat macet. Bahkan ada sejumlah wisatawan yang nekat parkir di kawasan Malioboro sejak malam.
"Biasanya itu kan, misalnya taksi online itu loh, itu harus kita jaga ini, biasanya di depan mal. Termasuk pada saat kalau Lebaran, itu H plus itu adabmereka tiba-tiba ada parkir mobil yang berhenti dari malam hari sampai pagi hari," ujarnya.
"Nah itu harus kita jaga, kita halau terus. Sebab pernah itu kita [tinggal] sebentar saja itu sudah pada parkir sendiri di sana nah itu yang kita halau gitu," imbuhnya.
Selain itu upaya penertiban juga bakal dilakukan kepada setiap PKL maupun pengamen liar yang beraktivitas di kawasan tersebut.
"Ya tetap kita upayakan [penertiban], tidak hanya pengamen tapi juga yang seluruh PKL yang tidak diperkenankan berada di Malioboro akan kita jaga, akan kita jaga 3 sif nanti Jogomaton, akan intens," tandasnya.
Pengamen Malioboro Sudah Difasilitasi
Baca Juga: Tinjau Operasi Pasar di Kantor Pos Bantul, Wamentan: Gerai Pos Agri Bakal Dipermanenkan
Yetti mengatakan bahwa sebenarnya sejumlah pengamen yang kerap beroperasi di Malioboro beberapa waktu lalu sudah dilakukan pembinaan tersendiri. Bahkan mereka diberikan ruang untuk tampil.
"Kita jadikan satu grup-grup itu yang kemudian sudah diberikan ruang atau tempat pengamen untuk perform," ucapnya.
Total saat ini ada 13 grup gabungan pengamen Malioboro yang mendapatkan kesempatan itu. Mereka pun mengisi acara secara rutin melalui event Sekar Rinonce merupakan serangkaian event seni budaya yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.
"Jadi Teras Malaboro, baik yang Beskalan maupun Ketandan itu setiap hari ada perform untuk pengamen-pengamen yang sudah digrupkan, yang dulunya di Malioboro," ungkapnya.
Jika kemudian masih ada pengamen yang berkegiatan di luar grup atau acara itu, kata Yetti, maka mereka merupakan pengamen yang belum masuk dalam pendataan. Oleh sebab itu, pengawasn terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
"Jadi kalau misalnya itu ada yang [masih berkeliaran], itu berarti di luar pendataan kami. Nah itu yang kemudian nanti akan kita halau oleh Jogomaton," tuturnya.
Berita Terkait
-
Exit Tol Tamanmartani Buka Kanan-Kiri saat Mudik Lebaran, Ini Rekayasa Lalu Lintas Lengkapnya
-
Dinkes Kota Jogja Siapkan Alat Kejut Jantung hingga Puskesmas 24 Jam selama Libur Lebaran
-
Jelang Lebaran, Begini Langkah DLH Sleman Atasi Lonjakan Sampah Rumah Tangga
-
Jadi Titik Rawan Kepadatan Kendaraan, Lingkar Kridosono Bakal Diberi APILL Portabel
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Wujud Cinta Kawula Alit pada Sang Raja, Ribuan Nayantaka Persembahkan Hasil Bumi untuk Sri Sultan
-
Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Pemotor di Umbulharjo Kota Jogja
-
Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa Berkat Desa BRILian
-
Prioritaskan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Sleman Tak Berlakukan WFH Satu Hari Sepekan bagi ASN
-
Terkoneksi di Sleman, Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Resmi Tersambung Secara Fisik