SuaraJogja.id - Sejumlah perusahaan Otobus (PO) mengeluhkan penurunan jumlah penumpang pada musim lebaran 2025 ini. Jika dibanding dengan musim lebaran tahun 2024 lalu, tahun 2025 kali ini terjadi penurunan yang cukup signifikan jumlah penumpang. Kondisi ini semakin menghimpit usaha mereka.
Perwakilan PO Santosa di Gunungkidul, Pedut mengatakan saat ini hingga H - 4 kondisi angkutan umum harus mudik masih sepi meskipun ada peningkatan dibanding dengan hari-hari biasa. Dan baru ramai di tanggal 27-28 Maret 2025 besok. Dia memperkirakan Puncak arus mudik bakal terjadi tanggal 28 Maret mendatang.
"Kalau tanggal 27 kayaknya belum puncaknya. Karena masih ada yang kerja, itu mungkin yang pulang sehabis kerja tapi puncaknya kemungkinan hari Jumat tanggal 28. Di mana sudah banyak pada libur,"ujar dia, Rabu (26/3/2025).
Pedut mengatakan, untuk saat ini sudah ada tujuh armada yang dikerahkan melayani rute Jabodetabek tujuan Gunungkidul. Namun untuk tanggal 27 dan 28 mendatang kemungkinan akan ada penambahan dua armada yaitu menjadi 9 buah.
Dia mengaku untuk arus mudik kali ini memang tidak begitu ada penurunan dibanding dengan tahun yang lalu meskipun pangsa pasar mereka sudah bergerus dengan banyaknya mudik gratis yang diberikan oleh berbagai instansi ataupun pemerintah.
"Ya agak sepi dibanding tahun lalu. Tapi yang banyak terpengaruh itu arus baliknya," kata dia.
Untuk arus balik dia memperkirakan akan terjadi penurunan sekitar 50% dibanding dengan tahun yang lalu. Karena saat ini masyarakat sudah semakin cerdas gimana rombongan keluarga besar atau trah sering sudah dikoordinir oleh satu orang untuk mencharter baik bus ataupun Travel.
Dia mengakui untuk mencharter bus ataupun travel memang lebih murah dibanding dengan angkutan umum seperti layanan bus antar kota antar provinsi ini. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk mencatat atau menyewa bus pariwisata ataupun Travel
"Ya memang sih untuk mencarter itu lebih murah dari kami. Ya bagaimana lagi," tambahnya.
Baca Juga: Jatah Makan Bergizi Gratis Jadi Menu Buka Bersama, Inovasi Ramadan di Sekolah Gunungkidul
Dia mengakui jika tak bisa berbuat banyak untuk menekan harga tiket bus. Mengingat saat ini biaya operasional yang harus mereka keluarkan cukup besar dan mereka hanya bisa menikmati satu sisi saja yaitu arus balik sementara untuk arus mudik banyak di melayani oleh mudik gratis dari pemerintah.
Hal serupa juga diakui oleh perwakilan PO Sinar Jaya di Gunungkidul, Desta. Untuk Arus Balik mendatang ada penurunan sekitar 30% dibanding dengan tahun yang lalu. Saat ini masyarakat semakin pintar dan memilih untuk men-charter atau menyewa bus pariwisata dan juga Travel.
"Ya di daerah Selatan seperti Tepus, Purwosari, Girisubo itu Dusun 1 Kelurahan itu pada menyewa bus pariwisata untuk balik ke Jakarta. Jadi itu mengurangi porsi kami," kata dia.
Kepala terminal daksinaga Wonosari, Arif Farwanto mengakui salah satu pemicu menurunnya peminat angkutan umum pada masa lebaran ini adalah tingginya harga tiket yang diberlakukan oleh masing-masing PO. Sebenarnya kenaikan harga tiket adalah hal yang wajar namun sebaiknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan masyarakat.
"Naik itu boleh. Tapi ya jangan terlalu tinggi, kalau tinggi banget kan masyarakat memilih mencarter bus pariwisata ataupun travel. Lebih murah dan diantar sampai depan rumah," terangnya.
Diketahui sebelumnya semua PO yang melayani jurusan Gunungkidul-Jabodetabek sudah menaikkan harga jual tiket. Mereka berusaha menganggap moment libur Idul Fitri ini sebagai peak season yang selalu diharapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru