Terkait prediksi lonjakan sampah selama libur Lebaran, kata Hasto bisa mencapai empat kali lipat dibandingkan pada hari biasa. Mengingat perkiraan wisatawan yang berkunjung mencapai sekitar 1,3 juta.
"Wisatawan itu sekitar 1,3 juta, hari-hari biasa itu ketika weekend itu, paling-paling cuma seperempatnya. Sehingga kalau kami prediksi ya bisa 4 kali lipat, itu di hari-hari, H+2 sampai 4. Kita bisa 4 kali lipat [peningkatan sampah saat liburan]," pungkasnya.
Luncurkan Program Transporter
Sebelumnya, sebagai upaya menuntaskan masalah sampah dari hulunya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mematangkan program transporter atau gerobak sampah pada setiap RW di wilayahnya. Kebijakan pengelolaan sampah ini bertujuan sekaligus untuk memberdayakan masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menuturkan saat ini sosialisasi terkait kebijakan itu sudah terus digencarkan. Termasuk untuk tidak boleh membuang sampah langsun ke depo melainkan harus menggunakan penggerobak.
"Nah sehingga kita pantau kemarin dulu penggerobak baru 600, tumbuh jadi 700, tumbuh jadi 800, per hari ini 1017," kata Hasto, Selasa (18/3/2025).
"Ya artinya kemarin dulu orang suruh jadi penggerobak itu agak males, RW-nya pada susah nyari pengerobak, tapi kenyataannya dari 616 RW sudah 1017 sekarang nih yang sanggup menjadi pengerobak," imbuhnya.
Disampaikan Hasto, dari total 45 kelurahan di Kota Jogja baru sekitar 30 persen yang sudah siap untuk menerapkan program tersebut. Ada tiga indikator yang digunakan terkait hal ini yakni merah, kuning dan hijau.
"Hari ini yang hijau dari 45 itu sekitar 15 [kalurahan]. Belum, belum [semua RW]. Tadi yang sudah clear, yang hijau 30 persen yang lainnya masih campur-campur, bervariasi," ucapnya.
Baca Juga: Dinkes Kota Jogja Siapkan Alat Kejut Jantung hingga Puskesmas 24 Jam selama Libur Lebaran
"Kuning sama merah itu artinya belum selesai, mengkondisikannya itu belum selesai. Nah itu tiap minggu saya pantau terus, setiap selasa saya pertemuan," sambungnya.
Dia menargetkan dalam 100 hari pertama masa kerjanya sebagai wali kota, seluruh wilayah itu sudah hijau atau siap melaksanakan kebijakan gerobak sampah ini. Para lurah diminta untuk segera menyelesaikan problematika transporter pembawa sampah tersebut.
Berita Terkait
-
Jogja Siaga, Takbir Keliling dari Luar Kota Bakal Diputar Balik
-
Muhammadiyah Kaya Raya, Haedar Nashir Ungkap Rahasia Pemanfaatan Aset: Bukan Soal Angka, Tapi...
-
Inklusivitas Bukan Sekadar Slogan, Muhammadiyah & Unisa Bersatu Berdayakan Disabilitas di Jogja
-
Lebaran di Jogja Tak Seindah Dulu? Penurunan Reservasi Hotel Bikin PHRI Angkat Bicara
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi
-
BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan
-
Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas