Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 02 April 2025 | 14:11 WIB
Banjir merendam kawasan Gunungkidul dan Bantul. Sebagian warga masih terjebak, Sabtu (29/3/2025). [fokusgunungkidul/instagram]

SuaraJogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai 2 hingga 4 April 2025.

"Masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada periode tiga hari ke depan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Rabu.

Kondisi tersebut, kata Warjono, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, maupun sambaran petir.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, lanjut dia, terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca Juga: Muhammadiyah DIY Siapkan 1414 Titik Shalat Idul Fitri 2025 Antisipasi Hujan Hingga Aturan Ketat Takbir Keliling

Suhu muka laut di sekitar perairan Jawa, baik dalam skala harian maupun mingguan, menurut dia, terpantau relatif hangat berkisar antara 29-30 derajat Celsius.

Warjono menyebutkan pola angin di wilayah Jawa, khususnya DIY, masih didominasi angin baratan (dari barat daya ke barat laut).

Selain itu terdeteksi pula pola penumpukan massa udara (konvergensi) terpantau terjadi di wilayah Jawa, termasuk DIY.

Kelembaban udara di wilayah DIY pada lapisan 850 - 500 mb berada pada kisaran 75 hingga 95 persen.

Sementara itu labilitas atmosfer bervariasi pada kategori sedang hingga kuat yang mengindikasikan potensi pembentukan awan konvektif dalam skala lokal.

Baca Juga: Gunungkidul dan Bantul Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Warga Masih Terjebak

Karena itu BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, dengan variasi wilayah terdampak yang berbeda pada masing-masing hari.

Pada 2 April 2025, kata dia, hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian Utara dan Tengah serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah.

Berikutnya pada 3 April 2025 potensi serupa di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian utara dan Tengah, serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah.

Kemudian pada 4 April 2025 potensi hujan masih terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.

BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui media sosial resmi BMKG.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," tutur dia.

Gunungkidul, Kulon Progo hingga Bantul Terendam Banjir

Sebelumnya, cuaca ekstrem mengakibatkan Gunungkidul hingga Bantul terendam banjir. Puluhan warga pun sempat terjebak banjir dan harus dievakuasi oleh petugas gabungan.  

Ulfa, warga Playen, mengungkapkan bahwa dirinya batal menghadiri acara buka bersama di Kelurahan Wiyoko, Kapanewon Playen, karena banjir melanda secara tiba-tiba. Mereka memilih membubarkan diri daripada terjebak banjir. 

"Tak jadi buka bersama, karena banjir cepat naik hingga setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, 15 orang terjebak dan harus menunggu evakuasi,"kata Ulfa pada Jumat malam.  

Di Wonosari, tepatnya di sekitar Pasar Besole, banjir dengan ketinggian 70 cm merendam belasan rumah. Kantor perwakilan KR Gunungkidul terendam air hingga 70 cm. Warga setempat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka dengan bergotong royong. 

"Banjir di sini cukup tinggi, warga masih waspada,"ujar Erna, warga setempat.  

Gunungkidul: Puluhan Rumah dan Jalan Tergenang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, menyebutkan bahwa beberapa wilayah terdampak banjir cukup parah. Berikut daftar lokasi yang terdampak:  

Wiyoko, Playen: 15 warga terjebak banjir 

 Munggi, Semanu 3 rumah terendam 

 Gadungsari, Wonosari: 6 rumah terendam akibat luapan sungai 

 Jembatan penghubung Pampang - Plembutan: Tidak bisa dilalui 

 Jalan Raya Wareng - Wonosari Terendam air 

 Beberapa rumah makan dan tempat usaha Termasuk Sego Abang, Rinten Ndalu, dan Toko Metro Kendong  Selain itu, tanah longsor juga dilaporkan menutup akses jalan diGedali RT.14/03, Beji, Patuk. 

Bantul: Sungai Meluap, Rumah-Rumah Terendam

Di Kabupaten Bantul, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Celeng, Guyangan, dan Opak. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kapanewon Piyungan, Pleret, dan Imogiri, dengan puluhan rumah terendam air setinggi 30 cm hingga 70 cm. 

"Perempatan Sudimoro Jalan Imogiri Barat terendam 30 cm. Arus lalu lintas tersendat,"ujar Herry. 

Mapolsek Imogiri juga terendam dengan ketinggian paha orang dewasa. Aktivitas 5 Mapolsek Imogiri terganggu karena petugas terpaksa harus menekuasi berbagai barang ke tempat yang lebih aman

"Banyak rumah yang juga terendam,"tutur relawan FPRB Ahmad Yani. 

BPBD bersama tim gabungan dari TRC, Polsek, Koramil, Pemkal, relawan, dan warga masyarakat  telah melakukan langkah-langkah penanganan, seperti: Asesmen cepat terhadap dampak dan jumlah korban, Evakuasi warga yang terjebak dan Distribusi bantuan logistik dan peralatan.

Load More