Mereka menjadi tempat anak-anak bercerita, mengeluh, dan mendapat dukungan emosional.
Untuk mengatasi kekurangan wali asuh, guru atau kepala sekolah untuk sementara waktu merangkap perannya. Pemda DIY masih menunggu kebijakan pengangkatan wali asuh dari Kemenpan-RB.
"Anak-anak tidak digurui, tapi didampingi. Itu yang membuat mereka tidak merasa tertekan. Kalau wali kelas kan relasinya guru dan murid, sementara wali asuh seperti orang tua. Anak-anak bisa cerita apa pun," jelasnya.
Endang menambahkan, selama MPLS, Dinsos menemukan sejumlah catatan penting.
Beberapa anak mengalami anemia dan kekurangan berat badan.
Satu anak sempat dicurigai mengidap TBC namun hasil tes menyatakan negatif. Selain itu, terdapat satu anak dengan disabilitas fisik dan dua anak dengan disabilitas mental ringan.
Pendampingan terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus akan dilakukan secara lebih intensif.
Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka juga bisa mengikuti program dengan baik.
"Sudah kami petakan masalah dan kebutuhan khusus mereka. Nanti akan ada penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Kebakaran Lesehan di Jogja: Plafon Roboh, Anak Sesak Napas, Ini Kesaksian Warga
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Yogyakarta Jadi Magnet Turis Asing, 126 Ribu WNA Gunakan Kereta Sepanjang Semester I 2026
-
Efisiensi Anggaran Pertahanan Diusulkan, Pakar Ingatkan Jangan Korbankan Kesiapan Alutsista
-
Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja
-
SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'