"Anak-anak sekarang tidak cukup hanya mendengar cerita atau melihat pameran. Mereka ingin merasakan langsung, menyentuh, bahkan bermain dengan elemen budaya. Area kami didesain ramah anak dan difabel, sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki destinasi lain seperti Taman Sari," jelasnya.
Meski awal tahun selalu menjadi musim sepi, keraton optimistis pariwisata Yogyakarta akan bangkit dengan inovasi semacam ini.
Data sementara menunjukkan festival Gya Dolan kali ini mampu menarik lebih dari 500 pengunjung setiap harinya, sebagian besar keluarga muda dan wisatawan lokal.
"Harapan kami, ada lebih banyak agenda budaya di awal tahun untuk meningkatkan okupansi hotel dan jumlah kunjungan. Jogja punya banyak potensi, tinggal bagaimana kita menyajikannya dengan cara baru," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026