- Viral dugaan Pertamax tercampur solar di SPBU Gito Gati Sleman, motor pengguna disebut berasap.
- Pertamina dan pihak terkait lakukan dua uji: visual dan density, hasilnya tak ada campuran solar.
- Meski tak terbukti, SPBU tetap ditutup sementara untuk pengecekan menyeluruh selama 2x24 jam.
SuaraJogja.id - Keluhan warganet soal dugaan bahan bakar Pertamax tercampur Solar di SPBU Gito Gati, Sleman, viral di media sosial. Unggahan yang ramai dibicarakan di akun media sosial @merapi_uncover.
Dalam unggahan itu menyebutkan motor pengguna yang menjadi berasap setelah mengisi BBM di SPBU tersebut.
Menanggapi hal itu, Pertamina bersama Disperindag Sleman, Polda DIY, dan Polresta Sleman langsung turun tangan melakukan pengecekan.
Taufiq Kurniawan, selaku Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patraniaga Jateng-DIY, mengatakan pihaknya bergerak cepat agar keresahan publik tidak semakin meluas.
Taufiq menjelaskan dugaan campuran solar di SPBU 44.555.29 Gito Gati langsung ditindaklanjuti melalui dua jenis pengujian.
Pertama, uji visual yang dilakukan di gelas ukur. Hasilnya, tidak terlihat adanya perbedaan warna atau pemisahan cairan yang biasanya terjadi jika Pertamax bercampur dengan solar maupun cairan lain.
"Secara visual, tadi teman-teman sama-sama melihat ya bahwa tidak ada campuran apapun di Pertamax yang dikeluarkan dari nozzle. Kalau tercampur solar, maka di gelas ukur itu akan menunjukkan komposisi warna yang berbeda karena berat jenisnya tidak sama," ungkap Taufiq ditemui di lokasi, Jumat (3/10/2025).
Pengujian kedua dilakukan dengan mengukur density atau berat jenis bahan bakar. Ada dua bahan bakar yang diuji yakni Pertamax dan Dex.
Disampaikan Taufiq, hasil uji menunjukkan Pertamax dan Dex masih sesuai spesifikasi resmi.
Baca Juga: Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Trihanggo-Junction Sleman Tembus 66,39 Persen
"Jadi kita simpulkan dari hasil pengujian ini, dua pengujian tersebut, bahwa tidak ada sama sekali kontaminasi solar sesuai dengan aduan pada media sosial Merapi Uncover yang muncul sehari dua hari kemarin," tuturnya.
Selain itu, Taufiq bilang hingga kini belum ada laporan resmi konsumen yang datang langsung ke SPBU untuk mengajukan keluhan, selain aduan di media sosial tersebut.
"Padahal SPBU itu secara default siap mengganti rugi kepada kendaraan apabila memang kendaraan itu datang ke SPBU. Jadi saya sarankan kepada konsumen yang merasa bermasalah, bisa langsung mendatangi SPBU tempat dia mengisi," ujarnya.
Taufiq menyatakan bahwa pihaknya suda berusaha menghubungi dari warga yang mengadu di sosmed. Namun yang bersangkutan belum dapat ditemukan atau teridentifikasi.
Meski dugaan pencampuran solar tidak terbukti, Pertamina tetap memutuskan untuk menutup sementara SPBU Gito Gati. Hal itu dimaksudkan guna pengecekan menyeluruh.
"Jadi SPBU ini akan kita tetap tutup [sementara] walaupun aduan tidak terbukti. SPBU ini akan tetap kita lakukan pengecekan. Jika dalam 2x24 jam tidak ada aduan lain, maka akan kita operasionalkan seperti sediakala," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Mandala Krida Terkendala Status Hukum, Erick Thohir Siap Jembatani Pemda dan KPK
-
Sukses Bikin Merinding, '402: Rumah Sakit Angker Korea' Jadi Kandidat Horor Terseram Tahun Ini
-
Prabowo Dampingi PM India Narendra Modi Beribadah di Prambanan, 2.690 Personel Gabungan Siaga Penuh
-
Rekonstruksi Pembunuhan di Depan SMA 3 Jogja Digelar, Empat Orang Masih DPO
-
Perpres Cap LGBTQ Ancaman Nonmiliter, Dinsos DIY Belum Lakukan Penindakan, Fokus Perkuat Keluarga